Sebarkan berita ini:

Kasat Binmas Ajun Komisaris Polisi Suratno, SH bersama anggota yang tergabung dalam Satuan Tugas Operasi Bina Kusuma Candi 2016 Polres Kendal melaksanakan pembinaan terhadap debt collector yang sering mangkal di perempatan Kebondalem dan pertigaan Purin Desa Purwokerto Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Senin (15/2/2016) Kasat Binmas menjajak para debt collector yang dijumpai untuk berdialog dan memberikan penekanan serta himbauan agar saat melakukan pekerjaannya para debt collector tidak menggunakan pemaksaan apalagi kekerasan kepada para kreditur yang menunggak. Para debt collector hanya diperkenankan menagih kredit namun tidak diperbolehkan untuk mengambil paksa kendaraan bermotor dari pihak kreditur yang menunggak pembayaran.

Jika terjadi penarikan secara paksa kendaraan bermotor yang dilakukan oleh debt collector bisa dikategorikan sebagai tindak pidana. Karena kejadian seperti itu masih sering terjadi terhadap masyarakat yang tidak tau menau aturan sebagaimana mestinya.

Kasat Binmas menyampaikan terkait prosedut penarikan kendaraan bermotor sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan.

“Dengan peraturan Fidusia tersebut, pihak leasing atau kreditur tidak boleh meminta paksa melalui jasa debt collector. Penyitaan hanya boleh dilakukan oleh pihak pengadilan”, kata AKP Suratno.

Kasat Binmas menambahkan apabila ada debt collector yang mengambil paksa kendaraan bermotor di jalan, mereka dapat dikenakan kasus perampasan sesuai pasal 365 KUHP dengan hukuman 12 tahun penjara.

sumber

105
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>