Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG[SemarangPedia] – Salah satu hambatan untuk menemukan kasus penyaakit HIV/AIDS di Jawa Tengah yang masih menghadang, akibat stigma negatif masyarakat terhadap penderita tersebut, sehingga Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan pihak terkait perlu menguatkan jejaring guna percepatan penemuan kasus penyakit menular itu.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Provinsi Jateng Wahyu Setianingsih mengatakan stigma negatif masyarakat terhadap penderita HIV/ AIDS menjadi hambatan untuk menemukan kasus HIV/AIDS di wilayah Jateng.

Menurutnya, target untuk bisa terbebas dari HIV-AIDS harus melewati beberapa tahapan di antaranya masalah diskriminasi serta stigma.

“Untuk mewujudkan target 3 zero, yaitu zero munculnya kasus infeksi baru di mana kita harus memutus mata rantai penularan, lalu zero kematian akibat HIV-AIDS, dan terakhir adalah zero diskriminasi serta stigma,” ujarnya, di Semarang.

Dia menuturkan upaya mewujudkan ketiga target itu, membutuhkan dukungan lintas sektoral semua pihak, serta memerlukan penguatan jejaring. Selain itu, keberadaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) nasional, provinsi, dan juga kabupaten/kota harus optimal dalam percepatan penemuan kasus.

“Kita harus temukan sebanyak mungkin sampai dengan batas estimasti yang kita tetapkan, setelahnya dilakukan pengobatan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik tidak hanya kepada yang sakit, tetapi juga melindungi yang sehat, termasuk diri kita dan keluarga kita,” tuturnya.

Seperti diketahui, saat ini perkiraan dari  sekitar 47.000 kasus HIV AIDS di Jateng, tercatat baru ditemukan 14.000 kasus oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan dinas dinas terkait. (RS)

75
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>