Sebarkan berita ini:

17-kekerasan-anak-dan-perempuanUNGARAN[SemarangPedia] –  Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Semarang meningkat hingga mencapai 127 anak dalam 10 bulan terakhir ini.

Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (KBPP) Kabupaten Semarang Romlah mengatakan dalam 10 bulan terakhir KBPP mencatat terdapat 127 anak dan perempuan yang jadi korban kekerasan di wilayah kabupaten itu.

“Kasus kekerasan tersebut rata-rata terjadi di rumah yang seharusnya rumah menjadi tempat aman bagi anak dan perempuan justru menjadi tempat terjadinya kekerasan,” ujarnya, Senain. (17/10).

Kendati angka kekerasan itu, lanjutnya, cukup tinggi, namun dari sisi kuantitaif kasus kekerasan anak dan perempuan menurun dibading 2015.

“Kondisi itu, memperlihatkan adanya peningkatan kesadaran dari masyarakat, khususnya keluarga, untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada perempuan dan anak,” tuturnya.

Terkait dengan lokasi kekerasan, dia menambahkan sekolah juga menjadi tempat yang berpotensi terjadi kekerasan terhadap anak. Mayoritas waktu kegiatan anak yang dihabiskan di sekolah, sehari bisa sampai delapan jam, menjadikan anak rentan jadi korban maupun pelaku kekerasan.

Kasus kekerasan anak di sekolah terakhir menimpa SF, 12, siswi kelas V SDN Langensari IV, Ungaran Barat. SF diduga ditampar oleh gurunya, TH, lantaran tidak mampu menghafal di depan kelas saat pelajaran matematika.

Akibat kejadian tersebut, SF selama dua bulan tak mau berangkat sekolah. Bahkan waktu di rumah lebih banyak dihabiskan dengan mengurung diri di dalam kamar.

132
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>