Sebarkan berita ini:

6-Ibu HamilBOYOLALI[SemarangPedia] – Kasus kematian ibu di wilayah Kabupaten Boyolali terus meningkat, akibat kesehatan di masa hamil menurun.

Ratri S Lina Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali mengatakan kematian ibu di wilayahnya masih tinggi. Hingga periode Juli 2016 hingga, tercatat 10 kasus kematian ibu hamil.

Menurutnya, sejak 2013 hingga 2015 kasus kematian ibu terus meningkat. Bahkan 2015 tercatat ada 21 kasus, naik dibanding tahun sebelumnya hanya 17 kasus.

Dinas Kesehatan Boyolali mencatat sejumlah kecamatan yang memiliki kasus kematian ibu selama enam tahun terakhir ini cukup menonjol Kecamatan Klego, Ampel, Mojosongo, Nogosari, Teras, Ngemplak dan Musuk.

Dia mengharapkan masyarakat untuk peduli dengan keluarga atau tetangga yang sedang hamil, serta mengingatkan mereka menjaga kesehatan dan periksa ke bidan atau dokter.

“Dinkes juga akan membuka 13 Rumah Tunggu Kelahiran di di berbagai wilayah di Boyolali,” ujarnya.

Fasilitas ini, lanjutnya, bisa digunakan untuk menampung ibu-ibu yang sedang hamil, namun belum waktunya masuk rumah sakit.

Menurut Djoko Mardijanto Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, salah satu prioritas Pemprov Jateng terus berupaya menurunkan kasus kematian ibu dan bayi.

Pihaknya mencatat pada 2015, kasus kematian ibu di Jateng sebanyak 111,16 kasus per 100.000 kelahiran, atau 619 kasus. Sementara hingga periode Juli 2016, kematian ibu di Jateng ada 305 kasus.

“Banyak faktor yang mempengaruhi kasus kematian ibu dan kasus kematian bayi, di antaranya status kesehatan ibu saat hamil,” tuturnya.

6-SMS BundaDia mengatakan saat ini masih banyak ibu atau keluarga ibu hamil yang belum peduli dengan kesehatannya. Seperti hamil dengan kondisi kekurangan gizi, anemia atau dengan penyakit risiko tinggi.

“Mestinya pada saat hamil, ibu dan keluarga sudah mempersiapkan kesehatannya dengan baik” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Program SMSbunda Sushanty, salah satu cara yang berguna bagi ibu hamil untuk mempersiapkan diri menghadapi persalinan, bisa lewat program SMSbunda.

“Lewat layanan pesan singkat (SMS), ibu hamil yang mengikuti program ini bisa memperoleh informasi terkait kehamilan dan tips kesehatan. Layanan ini diberikan selama kehamilan hingga anak berusia dua tahun,” tuturnya

Konten SMSbunda, dia menambahkan yang dikembangkan oleh tim klinis Jhpiego disesuaikan dengan pedoman Kementerian Kesehatan akan membekali ibu dengan pengetahuan kehamilan serta nifas, perilaku hidup bersih sehat dan tanda-tanda bahaya, sesuai dengan usia kehamilan atau usia bayi,” ujarnya

Pihaknya mengatakan untuk mendaftar SMSbunda cukup mudah yaitu dengan mengetik REG (spasi) perkiraan tanggal melahirkan (spasi) kota asal dan kirim ke nomor 08118469468. (RS)

269
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>