Sebarkan berita ini:

1-KIKKENDAL[SemarangPedia]-PT Kawasan Industri Kendal (KIK) kini semakin gencar terus mengembangkan lahan untuk menarik sejumlah investor, menyusul KIK dijadwalkan akan diresmikan Presiden RI Joko Widodod (Jokowi) pada 14 Novemver 2016.

KIK yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal itu, jadwal peresmiannya sempat mengalami kemuduran dari semula dijadwalkan 25 Agustus lalu molor hingga rencana 14 November mendatang.

Bupati Kendal Mirna Annisa mengatakan peresmian KIK akan dilakukan oleh Presiden Jokowi dengan dihadiri PM Singapura Lee Hsien Loong. Pembangunan KIK perlu sinergi antara Pemkab Kendal, Pemprov Jateng, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Singapura.

KIK Kendal, lanjutnya, merupakan kawasan industri bukan proyek Pemkab, melainkan sudah internasional, karena melibatkan dua negara yang sepakat melakukan sinergi.

”Saya mendukung pembangunan KIK, tetapi Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat perlu ikut serius turut campur,” ujarnya.

Menurutnya, akitivitas KIK diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kendal dalam penyerapan tenaga kerja, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pengurangan pengangguran.

Sementara itu, manajemen KIK memproyeksikan hingga akhir tahun ini sebanyak 20 pemodal baik asing maupun domestik bakal siap mendirikan industri berbagai sektor di KIK.

Direktur PT Kawasan Industri Kendal  Hyanto Wihadhi mengatakan periode Agustus lalau sudah 16 investor menyatakan siap membangun pabrik di KIK dan ditargetkan bertambah  menjadi 20 investor hingga akhir 2016.

Sebanyak 16 perusahaan, lanjutnya, yang bergerak di berbagai bidang telah menanamkan modalnya di KIK dan dipastikan bakal menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.

“Perusahaan akan lebih berkonsentrasi secepat mungkin untuk menarik investor asing maupun lokal berinvestasi di Kendal. Itu yang paling penting karena untuk penyerapan tenaga kerja,” tuturnya.

Dari 16 perusahaan, dia menambahkan tiga di antaranya sudah tahap pembangunan konstruksi, bahkan salah satunya siap beroperasi. Perusahaan tersebut berasal dari Jepang, Malaysia, dan Singapura dengan nilai investasi kurang lebih Rp3,2 triliun.

“Perusahaan itu, bergerak di berbagai bidang usaha, termasuk furniture, interior khusus hotel dan kapal pesiar,” ujarnya.

Menurutnya, lahan 1.000 hektare (ha) yang disiapkan di kawasan industri itu pada tahap satu yang akan digunakan 300 perusahaan, serta usaha skala kecil dan diperkirakan akan mampu menyerap hingga 500.000 tenaga kerja.

“Ke depan secara keseluruhan total lahan yang akan dikembangkan di KIK mencapai 2.700 hektare dan direalisasikan secara bertahap dan akan dipadukan dengan pembangunan Kendal Fashion City, Smart City, serta di bagian utara digagas adanya beragam produk batik nusantara,” tuturnya.

283
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>