Sebarkan berita ini:

11-Oleh21SEMARANG[SemarangPedia]- Kawasam pusat pertokoan dan penjualan oleh-oleh makanan khas daerah di Kota Semarang, masih dipadati pengunjung pada Lebaran + 6, mereka memborong makanan jenis lumpia, wingko babat dan lainnya untuk oleh-oleh keluarga sanak saudara.

Pada arus balik lebaran, setiap harinya kawasan pusat perdagangan oleh-oleh di Jalan Pandanaran Semarang itu, masih terus dibanjiri pengnjung dari luar kota, yang singgah ataupun sekedar melintasi, mereka tidak hanya membeli lumpia atau wingko babat, tetapi juga memborong bandeng presto.

Namun, di antara beberapa makanan tersebut, lumpia adalah makanan favorit yang paling dicari pemudik, mereka rata-rata membeli jenis lumpia rebus, agar tahan lama saat dibawa dalam perjalanan pulang hingga bisa digoreng sendiri sampai di rumah.

11-Lumpia1Makanan yang berbahan dasar dari rebung ini laris manis terjual, bahkan omzet penjualannya mengalami peningkatan hampir 100% dibanding hari-hari biasa.

“Ya para pemudik memilih yang basah (rebus), bisa tahan lama dan biasanya mereka akan mengorengnya di rumah, kalau yang sudah digoreng untuk makanan dalam perjalanan” ujar Yanto salah satu penjual Lumpia di kawasan itu.

Meskipun demikian harga lumpia ini tidak dinaikkan oleh para pedagang. Harga lumpia bervariasi, mulai dari Rp8.000 per biji, hingga Rp15.000 per biji, tergantung dari isi daging di dalam lumpia tersebut.

“Untuk harga masih tetap tidak ada kenaikan masih seperti biasa, mereka yang datang biasa sudah berlangganan, “ tuturnya

Dyah salah satu pemudik asal Cibubur menuturan, jika melintasi Semarang tidak pernah melewati selalu menyempatkan diri membeli oleh-oleh khas Kota Semarang,  terutama lumpia dan bandeng.

11-Wingko1“Hampir tiap tahun kalau pulang kampung Ke Solo atau sebalinya balik ke Cibubur pasti mampir dulu beli oleh-oleh makanan khas Kota Semarang untuk makan bersama keluarga besar dan sanak saudara”, ungkapnya.

Musim liburan lebaran, seperti tahun-tahun sebelumnya selalu menjadi bulan berkah bagi para pedagang dan penjual asongan makanan khas Kota Semarang yang berpusat di jalan pandanaran ini. Para pedagang dapat meraup untung selama liburan hari besar itu,  karena terjadi peningkatan pembelian yang cukup besar. (HN/RS)

 

 

148
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>