Sebarkan berita ini:

17-kebakaranSEMARANG[SemarangPedia] – Kebakaran terjadi dirumah milik seorang warga di Perumahan Sinar Pelangi No. 488 Perum Sinar Waluyo Kedungmundu Kecamatan Tembalang, Semarang pukul 17.30 WIB, Senin. (17/10))

Rumah milik seorang tuna netra Dedi (50) yang hidup sebatangkara itu ludes dilapan si jago merah dan sebanyak empat unit pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan terdiri dari dua unit dari pos Induk Madukoro dan dua unit dari pos Plamongan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Dedi seorang tunanetra berusia 50 tahun meninggal terpanggang dalam kebakaran. Sedangkan lokasi rumahnya berada di depan masjid dan berjarak sekitar empat hingga lima rumah dari ujung gang.

Dalam peristiwa itu, satu orang yang merupakan penghuni rumah itu tewas terpanggang api karena tidak sempat menyelamatkan diri dan tidak korbal jiwa lainnya..

Selain itu, petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim Inafis Polrestabes Semarang juga ikut mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Rahmat seorang warga setempat nuturkan, saat kejadian terlihat api sudah melalap di bagian ruang tengah, tepat posisi korban berada. Melihatkejadian itu bersama warga  berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namujhn, nahas, korban yang mengalami gangguan penglihatan tak sempat menyelamatkan diri.

“Waktu saya lihat apinya sudah mulai membesar. Saya bersama warga membantu mencari air untujk memadamkan kobarah api, Ujar Rahmat yang juga sebagai Ketua RW setempat.

Korban merupakan pensiunan Dinsos, pensiun dini karena sakit buta. Bahkan saat posisinya tidur di ruang tengah api mulai mmenyala. Dugaan kuat, kebakaran ini disebabkan karena obat nyamuk bakar.

Kapolsek Tembalang Semarang, Kompol Subagyo yang datang ke lokasi kejadian, mengatakani kebakaran ini a,kibat diduga kuat karena sisa obat nyamuk bakar yang merembet ke bagian lain.

“Ada dugaan karena obat nyamuk terbakar. Jatuh, mengendai benda sekitar dan langsung terbakar. Bahkan saksi-saksi di lapangan, korban juga sering menggunakan obat nyamuk bakar dalam kesehariannya,” ujarnya.

Jasad korban Dedi selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang, untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Rumah korban kini tinggal puing-puing dari sisa kebakaran sore itu dan banyak warga yang berkerumun di lokasi untuk melihat sisa peristawa itu.

214
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>