Sebarkan berita ini:

Processed with VSCO

SEMARANG[SemarangPedia] – Demam angkringan memang sedang melanda Kota Semarang, tiga tahun terakhir ini sejumlah rumah makan, kedai dan sejenisnya berlabel angkringan tumbuh subur di beberapa sudut keramaian, bahkan masuk di perkampungan di wilayah Semarang.

Konsep angkringan yang ditawarkan di setiap tempatnya pun berbeda. Ada yang bernuansa tradisional dengan lesehan, ruang terbuka atau kombinasi ala modern.

Perlu diketahui, di Semarang sebenarnya angkringan itu sudah ada dan bahkan sudah menjamur. Warga di kota ini lebih mengenalnya sebagai warung kucingan (sego kucing).

Disebut sego kucing atau nasi kucing karena makan yang disediakan terbilang dengan porsi sedikit, tidak jauh berbeda dengan porsi makan kucing, harganya pun relatif murah meriah.

 Karena istilah angkringan semakin beken di tempat aslinya Yogyakarta dan Solo, maka di Semarang dibuatlah tempat makan berlabel tersebut.

Di antara tempat warung angkringan (warung nasi kucing) yang tumbuh baru dengan konsep unik yang disajikanya, ada satu warung nasi kucing (angkringan) yang namanya tersohor hingga ke luar Jawa Tengah. Tidak tanggung tanggung sejumlah pejabat dan bahkan artis yang show di Semarang, tidak melewatkan mampir di tempat ini  Warung tersebut adalah warung Nasi Kucing Pak Gik.

Sepintas tidak ada yang istimewa dari warung Nasi Kucing Pak Gik ini. Warungnya terbilang  sangat sederhana sekali. Berbentuk warung tenda dengan berdiri di sebidang lahan sempit memanjang yang berada di bibir sungai di Jl. Inspeksi Gajah Mada, Semarang.  

Meskipun demikian, yang menjadi spesialnya dari warung kucingan yang sudah ada sejak 50 tahun lalu ini adalah sensai menyantap makanannya. Berbeda dengan tampat lainya, warung ini membuka lapak kucingannya mulai pukul 23.30 WIB sampai 04.00 WIB dini hari.

Semakin malam Warung Nasi Kucing Pak Gik ini memang semakin ramai. Belum waktunya buka saja pengunjung fanatik sudah menunggu. Meraka memang sengaja menunggu lebih awal agar tidak kehabisan makanan kucingan Pak Gik dan menghindari antri berdesakan mengambil makanan.

Processed with VSCO

Benar saja baru menginjak pukul 00.00 WIB dinihari, Warung Nasi Kucing Pak Gik sudah diserbu pengunjung. Bak kelaparan, pengunjung langsung mengambil sejumlah makan yang berjajar, tertara rapi di rak mejanya.

Menu makan yang disajikan Kucingan Pak Gik menikmati begitu fantastis dengan beragam, bervariasi. Ada nasi ayam (rica, lombok ijo), nasi pedo,  nasi tahu telur nasi kering tempe, nasi babat,nasi uduk dan masih banyak lainya.

Sementara pilihan lauknya beraneka gorengan disajikan dari mendoan, tahu susur, tahu bakso tahu petis, pia-pia, pangsit, aneka sate dari sate bakso, sate usus, sate keong dan jenis baceman serta ada banyak lainya. Sedangkan sajian minumannya, ada STMJ (susu, telor, madu, jahe,) susu, kopi jeruk, wedang jahe, dan lainnya yang bisa anda pilih sesuai selera.

Tidak mengherankan jika sekitar 300 lebih semua menu makan Nasi Kucing Pak Gik yang disajikan dengan harga Rp1.500 sampai Rp.4.000 an ini selalu ludes habis, sekaligus disantap sebelum batas tutup warungnya  

Satu lagi yang menjadi pemandangan berbeda tempat santap makananya. Karena warung Nasi Kucing Pak Gik yang tidak begitu luas, para pengunjung tidak segan mencari lokasi menyantap makan besama kawan di sepanjang trotoar Jalan Gajah Mada. Suasana akrab, bersahabat sekaligus merakyat akan tercipta

Itulah sensasi yang ditawarkan di warung Nasi Kucing Pak Gik. Sensai itu membuat warung kucingan legenda ini menjadi jujukan wisata malam kuliner yang patut di sambangi.(RS)

1.744
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>