Sebarkan berita ini:
Ilustrasi
Ilustrasi

UNGARAN[SemarangPedia] – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Semarang gencar mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, atas dugaan korupsi pengadaan beras untuk kegiatan pasar murah dalam rangka HUT ke-495 Tahun 2016 Kabupaten Semarang.

Kejari telah memeriksa sedikitnya 15 orang yang mengetahui persoalan dugaa kasusu korupsi tersebut.

“Sampai saat ini masih dalam tahap penyelidikan, sehingga pemanggilan yang bersangkutan masih dalam rangka klarifikasi,” ujar Kepala Kejari Kabupaten Semarang Nanang Gunaryanto. Minggu. (25/9)

Dari belasan orang yang telah diperiksa, dua di antaranya Kepala Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) beras, Katon Purtono dan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Heru Cahyono.

Penyelidik pidana khusus (pidsus) Kejari mengarai buruknya kualitas beras yang dibagikan ke warga miskin di wilayah itu, berpangkal dari kegiatan pengadaan barang. Mengingat keterangan dua orang itu, sangat penting karena dinilai mengetahui seluk beluk lelang beras, baik aturan maupun pelaksanaannya.

Katon Purtono saat dikonfirmasi membenarkan telah diperiksa penyelidik kejaksaan. “Masih tahap klarifikasi, istilah kejaksaan apa, kurang tahu tapi panggilannya dimintai keterangan,” tuturnya.

Bagi Katon tidak ada alasan untuk tidak mengikuti prosedur penyelidikan yang tengah dilakukan Kejari Kabupaten Semarang.

“Ya kalau dimintai keterangan (tentu) wajib hadir,” ujarnya.

Katon mengatakan mendapat sejumlah pertanyaan menyangkut proses pengadaan beras yang digelar pokja pimpinannya.

“Diminta Kejari untuk menjelaskan lebih detil mengenai proses pengadaan beras,” tutur Kabag Hukum Setda Kabupaten Semarang itu. Bahkan dia mengklaim proses lelang beras sudah mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku.

“Pelelangan beras sudah sesuai Perpres No 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah,” ujarnya.

Sementara Heru Cahyono juga telah diperiksa penyelidik pidsus. Hanya, Kabag Perekonoman Setda Kabupaten Semarang ini enggan memberi keterangan mengenai pemeriksaannya.

“Kita ngobrolnya (hal) yang santai-santai saja,” tuturnya.

Seperti diketahui Pemkab Semarang pada tahun anggaran 2016 mengalokasikan dana Rp2,2 miliar, guna belanja bahan sembako untuk keperluan pasar murah pada HUT Pemkab Semarang ke-495. Dari pagu tersebut, terealisasi sekitar Rp,96 miliar dan diwujudkan dalam bentuk 40.000 paket sembako. Paket sembako yang dibagi ke warga kurang mampu ini terdiri 2,5 Kg beras, 1 Kg gula pasir dan 1 Kg minyak goreng. Harga normal satu paket sekitar Rp52.000, namun warga hanya membeli Rp5.000.

Persoalan itu mencuat akibat kualitas beras yang dibagikan sangat buruk. Bahkan kalangan DPRD Kabupaten Semarang menilai beras layaknya beras pakan ayam.

236
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>