Sebarkan berita ini:

26-MustofaSEMARANG[SemarangPedia]-Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah menahan mantan Kepala Sub Divre Bulog Mangkang, atas dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan pengelolan beras pada 2013. Penahanan tersangka atas pengembangan dari dua tersangka lainnya yang juga mantan Kepala Gudang, Sudarmono dan Juru Timbang Gudang Bulog Baru Mangkang Kulon, Semarang Agus Priyanto.

Usai menjalani pemeriksaan di ruang Tindak Pidana Khusus,  tersangka atas nama Mustafa Kamal langsung dibawa petugas Kejaksaan menuju mobil tahanan. Mustafa ditahan setelah sebelumnya sempat dua kali mangkir, dari panggilan jaksa penyidik Kejati Jateng.

Menurut Ende Yono, Ketua Tim Penyidikan, Mustafa yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, tersangkut dengan penyimpangan pengiriman ratusan ton beras dari Semarang ke Kalimantan. Mustafa yang saat itu menjabat sebagai Kasub Divre Bulog Semarang, diduga mengurangi jumlah stok beras dan merubah kualitas beras.

“Tersangka ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang untuk 20 hari ke depan guna penyelidikan, terkait ada kehilangan persediaan beras yang tidak sesuai dengan kualitas dan kuantitas, karena sebelumnya sempat mangkir dua kali,” ujarnya. Selasa (26/7)

Sementara itu,  kuasa hukum Mustafa Kamal, Alananto, menyatakan, penahanan tersebut merupakan kewenangan kejaksaan. kasus yang dialami Mustafa kamal yang saat itu menjabat sebagai kasub divre bulog semarang.

“Secara substansi tidak terkait dengan kasus yang menyeret pegawai di Gudang Bulog Baru Mangkang Kulon, Kota Semarang, Kasusnya terkait pengiriman beras ke Kalimantan pada 2013, dengan volume sekitar 50 ton,” tutur Kuasa Hukum Mustafa Kamal

Kasus Mustafa merupakan pengembangan dari dugaan korupsi stok beras di Gudang Bulog Baru Mangkang Kulon Sub Divre Semarang yang juga menyeret mantan Kepala Gudang, Sudarmono, dan Juru Timbang Gudang Bulog Mangkang Kulon, Agus Priyanto.

Dua tersangka tersebut yang telah di meja hijaukan, atas dugaan penggelapan beras bulog sekitar 864 ton dengan nilai total sekitar Rp7,1 miliar yang terungkap pada 2015. (HN/RS)

 

330
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>