Sebarkan berita ini:

IMG_1610WONOSOBO [SemarangPedia] – Jika sedang menempuh perjalanan di sepanjang pegunungan Dieng, mampirlah ke daerah Wonosobo. Di daerah ini ada salah satu kuliner khas yang cukup populer. Namanya Mie ongklok.

Mie Ongklok merupakan salah satu makanan populer khas Wonosobo. Kuliner yang rasanya yang unik dan lezat ini begitu memanjakan lidah para pemburu kuliner.

Salah satu warung Mie Ongklok yang paling terkenal di Wonosobo, adalah Mie Ongklok Longkrang milik Waluyo yang terletak di Jalan Pasukan Ronggolawe no. 14 Wonosobo.

Mie Ongklok Longkrang ini merupakan mie ongklok generasi pertama di Wonosobo, bahkan kelezatan sampai beberapa tokoh nasional pun juga tak ketinggalan kecanduan mie asal Wonosobo ini. Salah satu yang kecanduan Mie Ongklok adalah mantan presiden RI yaitu Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

IMG_1612

Kata Waluyo sang pemilik warung, dulu sekitar 1975 ayahnya yang bernama Samsudin memberanikan berjualan mie ongklok. Awal mulanya dia berjualan keliling. Dan selang beberapa waktu, mie ongklok Samsudin tersebut makin digemari. Maka kemudian Samsudin berinisiatif untuk membuka warung. Hingga akhirnya berdirilah warung Mie Ongklok Longkrang ini.

Kenapa disebut Mie Ongklok? Ternyata karena sebelum disajikan mie ini diramu dengan sayuran kol segar dan potongan daun kucai. Kol dan daun kucai merupakan sayuran khas Wonosobo. Kemudian setelah dicampur di sebuah gayung dari bambu, campuran mie dan sayuran tadi dicelup-celupkan selama beberapa menit di air mendidih, dan cara inilah yang disebut diongklok.

Kuah mie ongklok inilah yang terkenal khas. Kuahnya berasal dari pati yang dicampur gula jawa, ebi, serta rempah. Supaya rasanya lebih maknyus, mie ongklok diguyur juga oleh bumbu kacang.

“Agar lebih segar lagi, kami menambahkan merica dan bawang goreng,” kata Waluyo saat ditemui semarangpedia.com.

Ada beberapa varian lauk yang disajikan bareng Mie Ongklok, diantaranya sate sapi, tempe kemul, dan geblek atau semacam makanan dari singkong. Ketika menyentuh lidah, kuah mie ongklok ini sangat segar. Kesegaran mie ongklok ini karena ada campuran ebi.

IMG_1613

Setelah dirasakan bersama lauknya, kelezatan pun bertambah. Sate sapi yang empuk dan tempe kemul yang renyah menyatu dengan rasa mie ongklok yang sedap dan segar.

Benny salah satu pengunjung dari Semarang mengatakan, rasanya sangat khas sekali dan rasa ini hanya didapatkan di Kota Wonosobo. “Rempah-rempah yang tergandung di dalam Mie Ongkolok sangatlah berasa, untuk harga juga sangat murah sekali,” katanya.

Rasanya sangat menggugah selera, untuk harga Mie Ongklok sendiri sangatlah terjangkau sekali. 1 porsi Mie Ongklok hanya Rp 5.000 sampai Rp. 7.000 rupiah. Sedangkan untuk Sate Sapi harganya Rp 15.000 per 10 tusuk sate dan untuk geblek dan tempenya seharga Rp 500 per bijinya.

Warung Mie Ongklok Longkrang buka setiap hari mulai pukul 10 pagi sampai pukul 7 malam. Jika ingin menikmati Mie ONgklok di warung ini lebih baik datang awal atau lebih pagi, karena jika tidak maka harus rela antri berjam-jam untuk menikmati kelezatan Mie Ongklok tersebut.

431
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>