Sebarkan berita ini:

25-tinjau-pasar-waruSEMARANG[SemarangPedia] – Para pedagang korban kebakaran Pasar Waru di kawasan Sawah Besar Semarang sudah tidak sabar lagi hingga keluhan mereka disampaikan keseluruhannya kepada Walikota Semarang Hendrar Prihadi saat hadir bersama rombongan di lokasi itu, Rabu Siang. (30/11)

Serentetan keluhan para pedagang itu disampaikan kepada Walikota mulai dari listrik mati selama pasca kebakaran, potensi banjir, lapak sementara terlalu sempit hingga meminta pembangunan lapak sementara dipercepat.

Selain pembangunan lapak darurat yang belum rampung, pedagang juga mengeluhkan tanggul Banjir Kanal Timur (BKT) yang berada di sebelah timur Pasar Waru itu ditinggikan, karena akan mengancam banjir luberan dari BKT menggenangi Pasar Waru.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dengan lapang dada menerima seemua keluhan pedagang itu, bahkan memberitahukan sementara aliran jaringan listrik  memang dimatikan, untuk mencegah terjadinya korsleting.

“Beberapa hari lalu, Pemkot Semarang sudah berkordinasi dengan pihak PLN dan paling lambat pekan ini, listrik sudah dapat hidup kembali. Kalau masih ada keluhan lagi, silahkan disampaikan ke dinas terkait, atau lurah agar segera ditindaklanjuti,” ujar Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi.

Sementara itu, pembangunan fisik proyek lapak pasar sementara pascakebakaran bakal dikebut hingga bisa rampung tiga bulan mendatang.

Pemkot Semarang sudah mulai membangun lapak sementara dan akan dipercepat hingga rampung paling lambat tiga bulan. Bahan lapak mengggunakan baja ringan dengan direalisasikan secara bertahap sudah disiapkan keseluruhannya.

Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengatakan pembuatan lapak sementara Pasar Waru dengan bahan baja dan telah dipesan dalam jumlah banyak untuk kebutuhan semua lapak yanag akan ditempati para pedagang korban kebakaran pasar Wearu itu.

“Pekerjaan pembuatan lapak akan dikebut, bahkan diiharapkan 30 hari ke depan tempat relokasi sudah jadi. Satu lapak berukuran 1,5 m x 1,75 m,” tuturnya.

Menurutnya, untuk pembangunan lapak itu akan menggunakan anggaran darurat bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang dengan total menghabiskan Rp1,7 miliar.

Dalam insiden lalu ada sekitar 10 kios dan 404 los yang terbakar dengan ditempati 350 pedagang dan 150 bakul pancakan (di luar los dan kios), sehingga total sekitar 517 pedagang. (HN/RS)

100
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>