Sebarkan berita ini:

11-Kemacaten Tol Brebes1SEMARANG[SemarangPedia] – Kemacetan arus kendaraan mudik Lebaran 2016 yang semakin parah di jalur pintu keluar ruas tol Brebes Timur atau lebih dikenal dengan brexit segera dievaluasi.

Arus kendaraan di jalur itu yang mengalami kemacetan sangat panjang dari arah Jakarta menjelang Lebaran lalu, telah mengkibatkan belasan orang meninggal dunia kelelahan berjam-jam di atas kendaraan.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kasus meninggalnya pemudik di jalan rusa tol Brebes Timur semestinya diklarifikasi dan akan didalami serta diselidiki oleh dinas kesehatan agar mengetahui penyebab kematian pemudik tersebut,

“Saya sudah minta, dinas kesehatan segera melaporkan datanya. Tapi saya juga minta didalami, benarkan karena kondisi seperti itu, Kalau benaf maka evaluasi secara menyeluruh harus dilakukan secepatnya,” ujarnya kepada wartawan usai Apel Pagi di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (11/7).

Menurutnya, kesiapan jalan tol tidak sekadar pada struktur jalan. Namun, mesti disiapkan pula seluruh fasilitas pendukungnya baik rest area, SPBU hingga pelayanan kesehatan di sepanjang jalan tol.

Pintu tol, lanjutnya, harus dperbanyak sehingga jika terjadi kemacetan, pengguna jalan tol tidak akan terjebak kemacetan berlam-lama dan mereka bisa memilih keluar memallalui pintu keluar terdekat.

“Pintu tol mulai dari Jakarta sampai Jawa Tengah harus banyak pintu keluar. Nggak bisa kalau hanya satu pintu keluar hanta di Brebes Timur tanpa ada pintu-pintu alternatif lainnya. Itu kalau sudah masuk pengendara dan terjebak kemacetan mereka semakin susah keluar,” tuturnya.

Dia mengatakan dalam teorinya Jakarta ke Jawa tengah melalui Tol Pemali-Palimam hingga Brebes hanya ditempuh dalam waktu 4,5 jam, hingga pengendara pada liburan menjelang Lebaran memilih melewati jalur tol tersebut.

Namun, dia menambahkan dalam prakteknya ternyata melewati jalur tol itu bisa mencapai 12  jam, bahkan menjelang Lebaran lalu ditempuh 24 jam akibat kemacetan yang sangat panjang.

“Melihat kondisi itu, perlu segera diavaluasi agar kejadian serupa tidak terulang dan  penyelesaian pembangunan jalan tol segera dapat dipercepat.

Dia mendukung target Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol hingga Batang bisa tepat waktu pada 2017.

“Dengan catatan, exit tol harus diperbanyak, setidaknya exit tol sementara. Masyarakat juga dihimbau untuk memanfaatkan moda transportasi umum, sehingga dapat menekan jumlah kendaraan yang setiap tahunnya selalu meningkat saat musim arus mudik dan balik Lebaran,” tuturnya. (RS)

 

69
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>