Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) akan terus mendorong dan meningkatkan potensi Balai Latikan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia, sebagai upaya untuk dapat mencetak tenaga kerja generasi muda yang siap menghadapi daya saing di era industri 4.0.

Menteri Ketenagkerjaan Hanif Dhakiri mengatakan di era industri 4.0 bakal dibutuhkan banyak industri kreatif dengan berbagai inovasi, sehingga mampu menghadapi daya saing dunia yang kini dipenuhi mesing-mesin robot.

“Balai latihan kerja yang di bawah Kemenaker akan terus kita dorong untuk dapat memiliki satu atau dua kejuruan menjadi favorit hingga diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja handal yang kreatif dan berinovasi tinggi, sehingga akan suli tersaingi dengan mesing-mesin robot,” ujarnya usai membuka Fashion Paradise 2019 di BBPLK Semarang, Sabtu (12/10).

Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang, lanjutnya, yang kini tengah memfokuskan pada pelatihan keterampilan di bidang fashion teknology dan telah berhasil, bahkan  bisa dijadikan role model untuk BLK di daerah lain dengan bidang yang beberda sehingga semua BLK bakal memiliki kejuruan favorit.

Menurutnya, BBPLK Semarang memiliki kejuruan favorit bidang fasion teknologinya, di Bekasi animasi dan game, Medan mungkin pariwisatanya dan terus disusul BLK-BLK lain di seluruh daerah.

Sejak BBPLK Semarang diupgrade dua tahun lalu, tutur Hanif, ternyata kini bisa memiliki daya saing tinggi bidang fashion teknology bahkan sudah berhasil mengikuti kompetisi fashion show internasional di Paris.

“BBPLK Semarang ini biar jadi model yang keren dan mengikuti perkembangan zaman. Sudah dua tahun terakhir upgrade sebagai balai pelatihan kerja bidang fashion. Jauh lebih bagus dari sebelumnya,” tuturnya.

Di BBPLK Semarang, dia menambahkan terus berkembang terutama dari segi fasilitas dan teknologi bidang fashionnya, bahkan ada arena khusus untuk fashion show, sehingga Kemenaker akan mendorong potensi balai pelatihan BLK yang memiliki kejuruan favorit.

Dia menuturkan BBPLK Semarang setelah di upgrade menjadi semakin maju, dari sebelumnya hanya membekali peserta pelatihan hanya kemampuan menjahit, kini sudah lebih luas mulai desain hingga marketingnya.

BBPLK Semarang, lanjutnya, diharapkan dapat menciptakan tenaga tidak hanya asisten desainer, namun desianer handal milineal sehingga dapat meningkatkan karir bagi siswa-siwa lulusan BLK tersebut.

Dia mengharapkan tidak menganggap sekolah vokasi menjadi pilihan kedua, namun jadi pilihan pertama, karena semua siswa tanpa melihat umur dan pendidikan bisa ikut pelatihan gratis pada BLK-BLK.

“Siswa tidak dibatasi, SMA boleh, SMK boleh, yang tidak sekolah pun boleh,” ujarnya.

Hanif optimis setelah melihat desain 49 peserta Fashion Paradise yang disaring melalui proses seleksi di BBPLK Semarang itu ke depan bakal mampu menciptakan tenaga-tenaga desainer yang memiliki daya saing tinggi.

Menurutnya, dari 16 subsektor industri kreatif, industri fashion menempati urutan ketiga setelah subsektor kuliner dan kriya. Industri fashion menyumbang devisa negara sebanyak US$ 8,2 miliar atau Rp122 triliun dan fashion juga menempati urutan kedua produk terlaris di E-Commerce.

Project Director dari acara Fashion Paradise 2019, Eka Mutia Yuliandarin menuturkan para peserta adalah generasi muda dari tingkat pelajar hingga mahasiswa.

Menteri Ketenagkerjaan Hanif Dhakiri

“Jateng pada dasarnya tidak kalah dengan masyarakat Internasioal lainnya. Apalagi provinsi ini sebagai sentra batik nasional maupun industri tekstil yang tersebar dimana-mana. Potensi SDM tersebut tidak akan berkembang jika tidak dilatih dan tidak dipromosikan dan juga tidak akan memberikan nilai tambah maksimal bagi yang bersangkutan maupun masyarakat,” tutur Eka.

Kepala BBPLK Semarang Edy Susanto mengatakan pihaknya memiliki tugas menyiapkan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan vokasi dengan dukungan sumber daya pelatihan seperti training program dengan sarana fasilitas yang telah tersedia di BBPLK Semarang.

“Bahkan dapat mengambil peran penting dalam memajukan sektor industri kreatif melalui fashion teknology di tanah air. BBPLK Semarang sukses dengan La Mode Sur La seine A Paris, yang merupakan event fashion show bertaraf Internasional dipercaya oleh KLC untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan event Fashion Paradise 2019,” ujarnya

Saat ini, lanjutnya, BBPLK Semarang menerima sebanyak 1.800 siswa dengan mengikuti pelatihan keterampilan di berbagai bidang kejuruan. Siswa ini siap menjawab kebutuhan industri tidak hanya di bidang fashion, namun bidang kejuruan lain pun siap.

Menurutnya, di bidang kejuruan fashion kini terbagi sub kejuruan yang dibuka terdiri sub kejuruan menjahit pakaian anak-anak, menjahit pakaian wanita dewasa, pembuatan pakaian jadi, designer busana kreasi, designer busana produksi, dan operator border,

Melalui kejuruan fashion technology, siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk kreasi untuk memahami pola konsumsi fashion masyarakat sehari-hari, sehingga mereka dapat menghasilkan produk yang sesuai trend di masyarakat. (RS)

5
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>