Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang ditunjuk Kementerian Perhubungan sebagai sekolah pelaksana diklat dengan kuota terbanyak mencapai 6.510 peserta, dibanding daerah lain.

Selain PIP Semarang, beberapa sekolah pelaksana diklat dan rincian kuota yakni PIP Makassar 6.000 peserta, BP2IP Barombong 4.175 peserta, Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar 150 peserta, Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Jayapura 540 peserta, BP2IP Sorong 2.150 peserta, BP2IP Minahasa Selatan 720 peserta dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BP2TD) Bali 600 peserta.

Selaian itu juga  ATKP Surabaya 150 peserta, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya 6.000 peserta, Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbang (BP3) Banyuwangi 40 peserta, Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun 185 peserta, Politeknik Keselamatan dan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal 340 peserta dan BP2IP Tangerang 5.800 peserta.

Tidak hanya itu,  BP2IP Padang Pariaman juga sebanyak 3.150 peserta, Balai Diklat Transportasi Laut (BP2TL) dengan 180 peserta, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Bekasi 180 peserta, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta 6.000 peserta, Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug 150 peserta, BP3 Curug 120 peserta, BP2TD Palembang 180 peserta serta BP3 Palembang 145 peserta.

Kepala BPSDM Perhubungan Wahju Satrio Utomo mengatakan pihaknya memberikan kesempatan kepada anak-anak dari prajurit TNI/Polri yang tertarik untuk bekerja di sektor transportasi untuk ikut program diklat gratis. Kesempatan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan TNI/Polri selama ini.

“TNI dan Polri selama ini mendukung dan membantu kegiatan pendidikan dan pelatihan di sekolah taruna. Oleh karena itu, kita beri kesempatan pada putra putri TNI/Polri yang berminat ikut diklat,” ujarnya dalam keteranganya, Sabtu, (28/1)

Selain kerja sama dengan TNI/Polri, Wahju yang akrab disapa Tommy mengungkapkan sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan, pihaknya akan memperluas kerja sama dengan pihak lain di dalam rangka menciptakan SDM transportasi yang berkualitas, diantaranya bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menekankan pentingnya menciptakan SDM yang berkualitas dan meminta BPSDMP untuk terus bekerja sama dengan pihak terkait, sebagaimana diungkapkannya pada peresmian gedung serba guna PIP semarang beberapa waktu lalu,

“Tentu saya senang dan berharap para lulusan Program Pemberdayaan Masyarakat yang telah dididik oleh PIP yang bekerja sama dengan UGM dan Undip dapat bekerja dengan baik. Tentunya mereka juga perlu menerapkan prinsip-prinsip bekerja di kapal dengan baik pula,” ujarnya.

Seperti diketahui Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menargetkan BPSDMP melaksanakan diklat untuk 1 juta orang pada periode 2017-2018, dimana 100.000 di antaranya adalah diklat gratis bagi masyarakat di daerah berkesenjangan.

Tommy menuturkan, diklat ini bersifat short course,  paling lama digelar dua minggu. Setelah mengikuti diklat, peserta akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan  untuk bekerja.
Untuk sistem perekrutan calon peserta diklat, lanjut Tommy, dilakukan pemerintah daerah secara selektif. Peserta yang lolos akan diseleksi tahap berikutnya oleh BPSDM Perhubungan.

Diklat ini disiapkan untuk para lulusan SMA/sederjat, yang belum mendapatkan pekerjaan. Bahkan, untuk mereka yang lulusan SMP/sederajat, akan ditawarkan profesi di sektor transportasi. (RS)

1.767
Sebarkan berita ini:

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>