Sebarkan berita ini:

8-e-ktpUNGARAN[SemarangPedia] – Kendala pelayanan kepengurusan kependudukan di Kabupaten Semarang masih terus berlanjut akibat terputusnya jaringan komunikasi antara data center pusat dengan daerah.

Hambnatan tidak hanya mengganggu pelayanan kependudukan. Bahklan sebanyak 13.820 data kependudukan yang sudah terkirim ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak bisa ditindaklanjuti ke proses pencetakan

“Sejak jaringan komunikasi terputus pekan lalu, tercatat hanya 2% dari 14.000 data kependudukan yang kami kirim ke pusat bisa terproses, sehingga, selebihnya entah menggantung dimana,” ujar Kabid Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang Agus Saryono, Selasa. (11/10).

Menurutnya, dari hampir 1 juta penduduk Kabupaten Semarang, tercatat 750,000 di antaranya adalah warga wajib punya KTP. Dari jumlah itu, hingga akhir Agustus lalay terdapat 38.000 warga yang  belum melakukan perekaman data.

Nah yang 14.000 data kependudukan yang kami kirim ke pusat itu merupakan hasil pelayanan kami sepanjang September lalu. Jadi saat ini masih ada sekitar 24.000 yang belum melakukan perekaman (data kependudukan),” tuturnya.

Dia menuturkan animo masyarakat untuk melakukan perekaman data kependudukan pada September lalau terbilang cukup tinggi, bahkan meningkat tajam di banding bulan sebelumnya.

“Meningkat 100%. Bulan biasa hanya 7.000 permohonan,” ujarnya. Tingginya permohonan perekaman sebagai imbas informasi dari Kemendargi soal batas waktu perekaman data kependudukan yang berakhir September 2016.

Sekda Kabupaten Semarang Gunawan Wibisono menambahkan gangguan jaringan komunikasi kependudukan ini tidak hanya dialami Kabupaten Semarang. Namun, juga terjadi secara nasional.

Pemkab Semarang, lanjutnya, hanya bisa menunggu penanganan masalah itu dari Kemendagri mengingat kewenangan pengelolaan data kependudukan bukan di daerah.

“Kami ini hanya operator saja,semua hal tentang kependudukan dan catatan sipil ada di pemerintah pusat, termasuk dukungan dana dan pengadaan blangko. Kami hanya bisa berharap ini bisa selesai segera mungkin, sehingga perekaman dan pencetakan bisa tuntas sebelum akhir tahun ini,” tuturnya.

107
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>