Sebarkan berita ini:

19-lahan-cabeSEMARANG[SemarangPedia] – Jateng canangkan program kampung cabai inovatif, sebagai upaya untuk ikut mengendalikan laju inflasi, karena kenaikan harga komoditas ini merupakan salah satu penyumbang kenaikan inflasi.

Pencanangan yang diprakarsai Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jawa Tengah digelar di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Rabu (19/10)

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng Iskandar Simorangkir mengatakan peluncuran program kampung cabai inovatif itu, untuk mendukung upaya pengendalian inflasi melalui peningkatan ketersediaan pasokan dan mengurangi demand terhadap cabai segar di pasar.

Menurutnya, Bank Indonesia selaku anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jateng dalam pecanangan itu juga menggandeng Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jateng serta Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jateng.

Komoditas pangan terutama cabai, lanjutnya, merupakan salah satu penyumbang inflasi di Jawa Tengah. Untuk itu, kami gagas Kampung Cabai Inovatif,” ujarnya disela-sela Peluncuran Kampung Cabai Inovatif.

Pemilihan komoditas cabai, dia menambahkan telah mempertimbangkan beberapa hal, meski Jateng merupakan salah satu sentra cabai di Indonesia, namun cabai masih menjadi penyumbang utama inflasi di Jateng,  tingginya permintaan cabai akibat kebiasaan masyarakat mengkonsumsi cabai segar.

“Pertimbangan lainnya terutama pada cabai merupakan komoditas yang mudah ditanam dimana saja, bahkan dengan ruang tanam yang sempit.  Selain itu, tidak membutuhkan penanganan tertentu dan memiliki masa panen relatif cepat, sehingga cocok dibudidayakan oleh rumah tangga,” paparnya. (RS)

344
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>