Sebarkan berita ini:

21-uang-ganda1SEMARANG[SemarangPedia] – Aksi penipuan dengan modus penggandaan uang yang dilakukan Harno alias Mbah Gondrong 31 tahun Warga Desa Drono, Kabupaten Grobogan, terhenti total, setelah yang bersangutan brhasil ditangkap Aparat Polda Jawa Tengah.

Tersangka yang merupakan seorang Kepala Dusun di Desa Drono, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah dan mengaku kepada korbannya mampu menggandakan uang dan perhiasan emas.

Kepada korbannya, tersangka menjanjikan dapat menggandakan uang hingga Rp5 milliar dan mendatangkan perhiasan uang dengan syarat, para korban memberikan sejumlah uang sebagai biaya mahar senilai Rp20 juta.

Namun, setelah uang diserahkan dan melakukan ritual  dengan berbagai jenis kelengkapan seperti tulang babi, foto Nyi roro Kidul, kain mori, padi, ternyata uang Rp5 milliar yang dijanjikan tidak pernah ada dan emas yang diberikan merupakan emas palsu.

“Para korbannya mendatanginya dengan alasan kesulitan financial, tersangka kemudian mengajukan sejumlah syarat untuk ritual, seperti tulang babi, padi, kain mori, foto nyi roro kidul, hingga kitab suci” ujarnya.

21-ganda2Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan pengungkapan kasus penggandaan uang berawal dari laporan salah satu korban bernama Isnaini. Dari para korban yang melapor polisi, korban mengalami kerugian bervariasi antara Rp5 juta higga puluhan juta rupiah.

“Korban berasal dari berbagai wilayah di Jawa Tengah seperti Cilacap yang paling banyak, , Demak, Kudus, Jepara , bahkan ada korban yang dari Jakarta dan Papua, Irian Jaya. Oleh pelaku uang dari korban digunakan untuk kepentingan pripadi, di antaranya membeli tanah dan membangun rumah, tutur Condro Kirono, di Mapolda Jateng Kamis Siang (20/10)

Kasus penipuan bermodus penggandaan uang ini telah berlangsung selama satu tahun, dengan jumlah korban mencapai 154 orang. Sementara uang yang disetor kepada tersangka, total mencapai Rp30 miliar rupiah. Tersangka dijerat pasal  378 KUHP, tentang penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Polisi kini masih menyelidiki dan kemungkinan terdapat korban lain yang belum melapor. (HN/RS)

164
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>