Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Ketiga pihak yang merasa dirugikan oleh janji – janji dari Manajemen PJS Entertainment sebagai Event Organizer (EO) yang membatalkan penyelengaraan konser tunggal Afgan Syahreza, di Krakatau Ballroom,  Hotel Horison Semarang sepakat akan menempuh jalur hukum.

Ketiga pihak itu, terdiri Afganisme para penggemar Afgan yang sudah terlanjur membeli tiket dan Manajer Afgan serta Manajemen Hotel Horison Semarang telah sepakat akan menempuh jalur hukum dengan menyiapkan para kuasa hukumnya.

Kesepakatan itu diungkapan kepada pers Selasa (25/4) di Hotel Horison dan langkah awal segera dilakukan pelaporan kasus dugaan penipuan tersebut kepada Polrestabes Semarang, yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian.

Kasus pembatalan konser Afgan itu terus berulir karena telah merugikan puluhan penggemar Afgan dan Tim Manajer Afgan serta Manejeman Hotel Horion Semarang, yang nilainya ratusan juta.

Konser tunggal yang berthema ‘Afgan Live In Semarang 2017 semula dijadwalkan digelar di Krakatau Ballroom,  Hotel Horison Semarang, pada Sabtu lalu 15 April 2017. Namun, tiba-tiba PJS Entertainment sebagai Event Organizer (EO) penyelenggara konser itu membatalkan Sabtu siang akibat menghadapi persoalan finansial.

Dalam pengumuman pembatalan konser di Ruang Papandayan lantai IV Hotel Horison Semarang, Sabtu lalu itu dihadiri puluhan penggemar Afgan baik dari Kota Semarang, luar kota dan luar negeri yang telah membeli tiket.

Pihak PJS Entertainment  menjanjikan akan mengembalikan uang pergantian kerugian tiket, transportasi dan akomodasi kepada mereka yang telah terlanjur membeli tiket pada hari Senin di Hotel Horison Lantai II.

Selain itu, juga menjanjikan akan membayar semua administrasi biaya persewaan gedung  Krakatau Ballroom dan fasilitas lain yang digunakan  PJS Entertainment, serta membayar kerugian Tim Manajer Afgan.

Namun, hingga saat ini semua janji menajemen PJS Entertainment tidak pernah terwujud, bahkan Riyani S Owner PJS Entertainment tidak menunjukkan niat itikad baiknya, justru tidak ada kabarnya dan sulit dihubungi, bahkan kantor PJS Entertainment yang dimanfaatkan di Jalan Pamularsih dan Graha Padma Semarang ketika didatangi mereka ternyata fiktif.

Kondisi tersebut membuat geram manager Afgan, Antonius Alexander, perwakilan Afganisme, General Manager Hotel Horison Semarang Y Adi Danindra maupun fans yang dirugikan, sehingga mereka sepakat secepatnya bakal menempuh jalur hukum.

Manager Afgan Antonius Alexander mengatakan jalur hukum akan ditempuh dan kuasa hukum telah disiapkan, karena Riyani S Owner PJS Entertainment telah mengingkari sepihak kontrak penyelenggaraan konser Afgan yang telah ditandatangi bersama.

“Kami dari perwakilan Trinity Optima (Tim Afgan) hari ini segera melapokan Riyani S Owner PJS Entertainment ke Polrestabes Semarang, karena telah mengingkari sepihak kontrak yang telah ditandatangi bersama,” ujar Antonius Alexander saat konferensi pers, di Chrysant Room Hotel Horison Semarang. (25/4)

Antonius mengatakan pembatalan konser Afgan sendiri muaranya dari pihak PJS  Entertainment yang mengaku telah mentransfer uang kontrak konser itu ke pihak Manejemen Afgan menjelang hari H penyelegaraan konsernya.

“Namun setelah saya cek langsung sebelum hari H konser,  belum ada transfer uang masuk dari pihak Entertainment kepada rekening  Manajemen Afgan, sehingga diputuskan konser Afgan,” tuturnya.

Bahkan dari pembatalan itu, lanjutnya, pihak PJS  Entertainment juga berjanji akan melunasi refund tiket dari puluhan penonton dan kontrak dari Menajemen Afgan, namun hingga saat ini pembayaran itu tidak terwujud.

Antonius juga menyayangkan pihak PJS yang berdalih dalam release yang diterimanya, bahwa penjualan tiket konser Afgan di Semarang tidak memenuhi target dengan hanya terjual sekitar 180 tiket, serta sekaligus membandingkan konser Afgan di Solo bulan depan yang telah memenuhi target.

“Kami membantah jika konser Afgan susah mencari penonton, terbukti sebelumnya konser Afgan di Hotel Horison Semarang pada 2014 lalu berlangsung sukses dan tiket rencana konser Afgan yang akan di gelar oleh PJS  Entertainment di Semarang itu juga telah terjual lebih dari 500 lembar tiket,” tuturnya.

Senada perwakilan Afganisme Stefanus menuturkan semua penggemar Afgan yang terlanjur membeli tiket sepakat akan menempuh jalur hukum, akibat kasus dugaan penipuan konser itu telah merugian puluhan juta penggemar Afgan.

“Kami telah membeli 4 tiket VVIP dengan harga Rp900.000 per tiket hingga total Rp3,6 juta, hampir semua penggemar Afgan membeli tiket paling sedikit dua lembar dan hanya dijanjikan manajemen PJS Entertainment kerugian uang tiket itu akan dikembalikan, namun hingga saat ini janji itu tidak pernah direalisasikan,” tuturnya.

Sementara General Manager Hotel Horison Semarang Y Adi Danindra mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengacara untuk menempuh jalur hukum, karena Manajemen Horison telah dirugikan akibat semua admistrasi pembayaran biaya persewaan gedung  Krakatau Ballroom dan fasilitas lain yang digunakan  PJS Entertainment belum dipenuhi . (RS)

313
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>