Sebarkan berita ini:

13-kik-kendalSEMARANG[SemarangPedia] – PT Kawasan Industri Kendal (KIK) akan terus mengembangkan lahan hingga mencapai seluas 2.700 hektare untuk menarik sejumlah investor, menyusul KIK itu dijadwalkan akan diresmikan Presiden RI Joko Widodod (Jokowi) Senin 14 November 2016 ini.

Presiden Direktur PT Jababeka Tbk, Budianto Liman mengatakan Kawasan Industri Kendal (KIK) akan terus dikembangkan hingga mencapai total seluas 2.700 hektare yang direalisasikan secara bertahap.

Pada tahap pertama, dia menambahkan pembangunan KIK telah direalisasikan dengan lahan seluas 100 haktare yang dialokasikan untuk pendirian industri sebanyak 50 perusahaan dengan penyerapan tenaga kerja total mencapai 500.000 orang.

“Setelah tahap pertama, disusul untuk tahap kedua yang dilakukan secara pararel di tengah upaya dilakukan pembebasan lahan,” ujarnya, di Semarang.

KIK dibangun dengan usaha patungan antara Graha Buana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Development Indonesia Pte Ltd, anak perusahaan Sembawang Development Ltd yang berbasis di Singapura.

Menurutnya, untuk menyerap tenaga kerja kompeten kepada sejumlah industri di kawasan KIK, manajemen KIK akan menerapkan konsep kawasan industri yang dikelola PT Jababeka Tbk di Cikarang.

Di kawasan itu, lanjutnya, masyarakat setempat akan diberi pelatihan kerja dengan materi pelatihan keterampilan yang disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan industri penghuni KIK. Dari level bawah hingga tingkat supervisor.

“Kalau yang level bawah pelatihan membutuhkan waktu 1-2 bulan dan kemudian bisa langsung disalurkan ke industri. Bahkan juga akan ada admin contest. Para lulusan ditawarkan ke perusahaan lain di luar industri,” tuturnya.

Dia menuturkan, KIK akan dibagi menjadi beberapa kluster industri seperti Food City, Furniture Hub, dan Building Material Zone yang akan menjadi magnet tersendiri bagi investor.

Pembuatan kluster ini, lanjutnya, dapat mengakomodasi perusahaan-perusahaan yang bergerak di berbagai tahapan produksi. Mulai dari pengolahan bahan baku, hingga pemasaran produk jadi.

Selain itu, dia menambahkan juga terdapat  Trade Tourism and Investment (TTI) yang berperan penting dalam peningkatan arus perdagangan, pariwisata dan investasi.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, KIK diharapkan menjadi kota mandiri modern dan disebut sebagai Kendal Fashion City, Smart City.

KIK yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal itu, merupakan kawasan industri bukan proyek Pemkab, melainkan sudah internasional, karena melibatkan dua negara yang sepakat melakukan sinergi.

Menurutnya, akitivitas KIK diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kendal dalam penyerapan tenaga kerja, sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan pengurangan pengangguran. (RS)

169
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>