Sebarkan berita ini:

20-kilang-balonganCERIBON [SemaranagPedia]  – Produksi minyak kilang RU VI Balongan Indramayu bahan bakunya masih mengandalkan impor 30%, selebihnya 70% merupakan minyak mentah Duri dan Minas yang dipasok dari Riau.

Impor minyak mentah sekitar 30%  sebagai bahan baku produksi minyak Kilang RU VI Balongan didatangkan dari Angola Afrika.

Head of Communication and Relations PT Pertamina (Persero) Refinery Unit atau RU VI Balongan Rustam Aji mengatakan bahan baku itu, untuk memenuhi kebutuhan pengolahan produksi minyak jadi di Kilang RU VI Balongan, selain dipasok dari Riau, sisanya 30 % diimpor dari Angola Afrika.

RU VI Balongan, lanjutnya, merupakan kilang yang relatif masih baru, namun, telah menerapkan teknologi terkini dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dengan hasil produksinya mencakup produk unggulan di antaranya BBM jenis Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (Minyak Tanah) dan LPG, Propylene.

“Konsumsi BBM di Indonesia masih mencapai 1,5 juta barel per hari, sedangkan kilang di Indonesia hanya mampu memproduksi 1 juta barel per hari, hingga masih membutuhkan tambahan dari pasokan impor,” ujarnya, di sela-sela media gathering di Indramayu, Jumat lalu. (18/11)

Menurutnya, hingga pada 2025 Pemerintah menargetkan penghapusan impor minyak itu, mengingat produksi BBM dalam negeri bakal memenuhi kebutuhan, setelah pembangunan kilang baru minyak di Cilacap rampung.

Produk unggulan BBM baru, dia menambahkan jenis Pertamax Turbo juga hasil produksi Pertamina di kilang  RU VI Balongan.

Kilang Balongan merupakan salah satu dari enam kilang minyak yang dimiliki PT Pertamina (Persero) terdiri Kilang Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, dan Kilang Kasim yang berada di Sorong, Papua.

Kapasitas produksi kilang Balongan yang diresmikan 21 tahun lalu pada 1995 itu, hingga saat ini mencapai sebesar 125.000 barel per hari (bph) dan hanya memproduksi penggolahan minyak mentah menjadi minyak jadi berbagai jenis BBM dan BBK.

Kapasitas produksi Balongan sebanyak itu, sekaligus untuk ikut menjaga pasokan BBM dan BBK di wilayah ring satu Indonesia meliputi DKI, Banten dan Jawa Barat.

Kilang Balongan ke depan diproyeksikan mampu menjadi kilang minyak terkemuka di Asia pada 2025 dan kilang yang paling modern serta menghasilkan energi yang ramah lingkungan.

“Aktivitas produksi Kilang RU VI Balongan sangat strategis bagi bisnis Pertamina ke depan maupun bagi kepentingan nasional.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Wianda Pusponegoro menuturkan  PT Pertamina (Persero) belum lama ini meluncurkan perdana produk bahan bakar khusus (BBK) dengan Research Octane Number (RON) 98, Pertamax Turbo, pada 11 Agustus lalu.

BBK yanag diperenalkan pasar itu, lanjutnya, sebagai langkah terobosan Pertamina dalam memberikan pilihan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan konsumen yang semakin besar.

Sedangkan Pertamax Turbo, dia menambahkan merupakan bahan bakar dengan kualitas terbaik. Bahkan, BBM ini telah mendapat pengakuan dari produsen super car Italia, Automobili Lamborghini S.p.A dan digunakan dalam Lamborghini Blancpain Supertrofeo Series, di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia.

“Pertamax Turbo dipasaran tidak hanya di dalam negeri, tetapi untuk kebutuhan ekspor terutama  di Eropa. Lamborghini sudah menggunakan Pertamax Turbo,”  tuturnya.

Selain Lamborgini, Pertamax Turbo juga digunakan dalam seri balapan di Sirkuit Silverstone, Inggris, dan Sirkuit Paul Richard, Prancis. Pertamina juga menggandeng Centro Petroli Roma (CPR) sebagai mitra Lamborghini untuk mendistribusikan Pertamax Turbo ke sirkuit-sirkuit di seluruh Eropa.

Pertamax Turbo nama yang dipilih untuk memudahkan pelanggan dapat memahami kelebihan bahan bakar itu. Kelebihan Pertamax Turbo dibandingkan dengan Pertamax Plus  secara teknis Pertamax Turbo RON lebih tinggi dan memiliki ignition boost formula.

Selaian mamapu meningkatkan performa mesin menjadi lebih responsif, akselerasi lebih cepat (seperti menggunakan turbo), juga top speed lebih tinggi yang berujung pada driveability yang lebih sempurna.

Pertamax Turbo diproduksi untuk  menggantikan posisi Pertamax Plus apabila preferensi konsumen pada akhirnya lebih memilih Pertamax Turbo.

469
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>