Sebarkan berita ini:

14-kadin-semarangSEMARANG[SemarangPedia] –  Peran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang diharapkan mampu menjadi barometer di wilayah Jawa Tengah, sekaligus motor penggerak masuknya investor di provinsi ini.

Direktur Budi Santoso Foundation (BSF) Adi Ekopriyono mengatakan Kadin kabupaten/kota di wilayah Jateng bakal semakin berperan di daerahnya , jika Kadin Kota Semarang mampu mempelopori dengan kiprahnya mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Kota Semarang merupakan kota perdagangan dan jasa serta sebagai transit, sehingga ekonomi akan semakin tumbuh  di sektor itu, seperti bisnis Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) bakal semakin berkembang, seiring dengan munculnya pendirian sejumlah hotel berbintang.

“Meski Kota Semarang masih tertinggal dengan kota besar lainnya sebagai kota tujuan destinasi wisata. Namun, Semarang bisa lebih dikenal dan menjadi favorit kunjungan wisatawan jika berbagai pihak terkait ikut berperan mendorong untuk menjadikan Semarang terangkat,” ujarnya saat Silaturahmi dan Diskusi Kadin Kota Semarang, di Hotel Dafam, Senin (14/11).

Kadin Semarang, dia menambahkan masih akan menghadapi berbagai tantangan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Semarang semakin cepat berkembang.

Menurutnya, peranan Kadin ikut dalam memberikan masukan kebijakan pemerintah setempat yang menyangkut pembangunan Kota Semarang sangat diharapkan.

Selain itu, lanjutnya, Kadin memiliki tugas ikut mengembangkan kewirausahaan dan mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan merpererat sinergi dengan Pemkot.

Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara mengatakan Kadin siap akan ikut berkiprah mengembangkan industri kreatif dan sektor jasa pariwisata, disusul pengembangan investasi lima tahun ke depan.

Di bidang industri kreatif, dia menambahkan tidak diragukan, mengingat Kota Semarang memiliki banyak desainer berkelas internasional, meski masih kurang dikenal. Selain even Semarang Great Sale (Semargres) masih menjadi andalan untuk meningkatkan perdagangan di ibukota Jateng ini.

Menurutnya, dalam even itu mulai ada perubahan dari sebelumnya yang selama ini peluncuran pembukaan dilakukan di Semarang, namun tahun ini dilaksankan di Jakarta hingga mampu menyedot perhatian masyaraat hingga di seluruh tanah air. (RS)

151
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>