Sebarkan berita ini:

TUNTANG[SemarangPedia] – Komisi C DPRD Jateng dipastikan bakal merestui pembangunan rest area di ruas tol Bawen-Salatiga dengan anggaran Rp38,1 miliar yang akan direalisasikan oleh Perusahaan Daerah Citra Mandiri Jawa Tengah (PD CMJT).

Rest area di ruas Tol Bawen-Salatiga itu akan diintegrasikan dengan kawasan wisata Goa Rong dan Tlogo Resort di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfrila Harisanto mengatakan Unit Tlogo Resort yang dikelola PD CMJT itu memiliki lahan seluas 400 hektare lebih, namun selama ini kontribusinya terhadap PAD Jateng belum optimal, sehingga rencana pembangunan rest area itu diharapkan mampu meningkatkan pendapatan.

Bogi pangilan akrab Asfrila Harisanto telah meninjau lokasi yang akan dibangun rest area itu dengan diampingi Sekretaris DPRD Jateng, Ign Indra Surya bersama jajaran terkait, Rabu (17/10).

Menurutnya, rencana membangun rest area itu jika terwujud merupakan langkah positif manajemen CMJT, sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan perolehan pendapatan yang bakal memberikan kontribusi PAD lebih besar dari sebelumnya.

Dirut PD CMJT Agung Rochmadi menuturkan terdapat lahan sekitar 12 hektare milik Unit Tlogo Resort yang terkena proyek ruas tol Bawen-Salatiga. Namun, karena tol tersebut berada di tengah kawasan Tlogo Resort, maka yang ikut terdampak mencapai 32 hektare hingga berpotensi mengurangi pendapatan senilai Rp 1,47 miliar per tahun.

Menurutnya, untuk menutup potensi lost sebesar itu, manajemen berupaya mengembangkan bisnis dan pembangun rest area menjadi prioritas yang siap digarap hingga diharapkan ke depan dapat menambah pendapatan BUMD milik Pemprov Jateng itu.

“Namun, realisasi itu masih terkendala, karena Pemerintah Pusat menghendaki yang membangun  rest area dipriotaskan BUMN, sehingga daerah belum diberikan ijin,” tuturnya.

Anggota Komisi C Sarwono  dari Fraksi PDI Perjuangan menilai konsep awalnya sudah baik dengan rencana diintegrasikan dengan kawasan wisata Tlogo Resort, sehingga ke depan bisa menjadi satu-satunya rest area yang terintegrasi dengan kawasan wisata.

Dia mengusulkan pembiayaannya multiyears (dari APBD Jateng) dan dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

“Integrasikan bisnisnya juga secara menyeluruh, termasuk produk-produk yang dihasilkan CMJT, seperti kopi hingga kebutuhan kuliner lainnya, juga rekreasi outbound yang sudah ada di Tlogo Resort, dapat diutamakan untuk dapat dijual di rest area itu,” ujarnya.

Namun, lanjutnya, manajemen CMJT harus berhati-hati dalam berinvestasi pembangunan rest area, khususnya di ruas tol Bawen-Salatiga itu, mengingat hingga saat ini ruas tol yang merupakan bagian dari ruas tol Semarang-Solo sepanjang 75 km itu masih sepi.

Frekuensi arus kendaraan ruas tol Semarang – Solo, dia menambahkan masih terlihat sepi, karena dimungkinkan tarif tol Bawen-Salatiga dinilai mahal, sehingga pengendara masih memilih keluar pintu tol Bawen.

Senada, anggota Komisi C Ronny Renaldi Tutuarima (Nasdem), Hasan Asy’ari (Fraksi PKB) maupun Ahmad Ridwan (Fraksi PDI Perjuangan) mengatakan perlu studi kelayakan tentang potensi kendaraan yang melewati ruas tol satu hingga dua tahun ke depan, agar investasinya lebih terjamin.

Mereka juga sepakat dengan pengintegrasian rest area dengan kawasan wisata Tlogo Resort yang kini sudah memiliki berbagai fasiltas di antaranya penginapan, out bond, kawasan perkemahan dan goa rong dengan panorama alam yang indah pada ketinggian 650 meter dari atas permukaan laut. (RS)

 

35
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>