Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Komisi C DPRD Jateng mempertanyakan keseriusan Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng dalam pengelolaan dan pemberdayaan aset-aset perkebunan sebagai sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jateng Sri Hartini mengatakan keseriusan perlu dibuktikan, mengingat kebijakan itu tidak berbanding lurus. Penetapan target pendapatan yang kecil namun di satu sisi biaya operasional tinggi.

Dinas Pertanian dan Perkebunan, lanjutnya,  harus mampu mengelola  aset perkebunan yang diharapkan mendongkrak PAD.

Karena, menurutnya, dalam pengelolaan aset, ditemukan adanya penetapan target pendapatan yang kecil namun di satu sisi biaya operasional tinggi.

Dia mencontohkan saat kunjungan kerja di Kebun Dinas Kandeman, Batang, beberapa hari lalu. Kebun yang memiliki lahan produksi benih kopi robusta, kakao dan kapuk randu seluas 6 hektare, target pendapatan di 2017 sebesar Rp 40 juta, sementara anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 22,7 juta.

“Tahun lalu misalnya, kebun ini pendapatan ditarget Rp 35 juta hanya terealisasi Rp 27 juta atau 77%. Karena itu kami minta Distanbun memetakan masalahnya. Apakah sumber daya manusianya pengelola kebun  atau lainnya?. Perlu dipikirkan ulang agar pengelolaan aset perkebunan memberikan hasil yang optimal,” ujarnya, di Semarang.

Sementara Anggota Komisi C DPRD Jateng dari Fraksi PDIP Sarwono menilai hampir semua aset perkebunan tidak diberdayakan secara serius.

Dia mencontohkan aset perkebunan seluruh Jateng yang luasnya sekitar 330 hektare lebih ternyata pendapatan hanya ditarget Rp6 miliar.

“Itu kalau di rata-rata tiap lahan 1 hektare  hanya menghasilkan Rp6 juta setahun. Sementara kalau digarap serius, bahkan kalau dikelola oleh swasta atau disewakan saja, hasilnya berlipat-lipat dalam setahun. Jadi saya minta agar aset Distanbun dikelola dengan profesional, agar hasilnya pun dapat dibanggakan masyarakat Jateng,” tuturnya. (RS)

 

82
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>