Sebarkan berita ini:

21-YKSEMARANG[SemarangPedia] –  Penghubung Komisi Yudisial (YK) Jateng terus menggalang berbagai organisasi dan komunitas, sebagai upaya memantau serta mewujudkan sistem peradilan di Indonesia.

Penggalang dilakukan dengan memebrikan trainer dan pendidikan tentang peradilan  yang bersih melalui camping sejak 20-21 Agustus 2016 di Barak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Bantir, Sumowono, Kabupaten Semarang.

Dalam paparan materinya, Kepala Sub Bagian Administrasi Penghubung Komisi Yudisial (KY) Republik Indonesia, Elza Faiz menjelaskan kedudukan KY sebagai lembaga negara yang mandiri dan terlepas dari struktural dan intervensi kekuasaan manapun.

Menurutnya, untuk wewenangnya sudah jelas tertuang dalam pasal 13 undang-undang nomor 18 tahun 2011.

“Tugasnya untuk menjaga dan menegakkan keluhuran martabat dan perilaku hakim. Untuk itu, kami siap sedia menerima laporan dari masyarakat brkaitan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku hakim,” ujarnya saat membawakan materi yang berjudul ‘Komisi Yudisial mewujudkan peradilan bersih’.

Peserta mengikuti berbagai kegiatan yang menjadi rangkaian pelatihan di antaranya api unggun dan pentas seni, out bound, penanaman pohon, penyebaran bibit ikan di sungai dan masih banyak lagi.

Sementara itu, narasumber lain, Joko Susanto menjelaskan tujuan utama hukum untuk memperoleh keadilan, kepastian dan kemanfaatan. Namun dalam praktek sebagian warga masyarakat atau pencari keadilan masih banyak berpandangan putusan-putusan pengadilan yang tidak adil yang melahirkan ketidakpastian hukum.

Bahkan, dia menambahkan masyarakat menjadi sinis dan skeptis pada dunia peradilan atau jajaran peradilan.

Kondisi itu, lanjutnya, dibuktikan banyak yang mempersoalkan transparansi dan akuntabiltas cara kerja dan hasil kerja lembaga tersebut.

“Dunia peradilan Indonesia sudah sangat bobrok. Namun demikian sebagai generasi muda kita harus optimis memperbaikinya, tanpa kepedulian masyarakat bangsa ini tidak akan maju,” tutur Sekjend Forum Jurnalis Kejaksaan Tinggi (FJKT) Jateng ini.

Menurut Plt. Kordinator PKY Jateng, Ferry Fernandes, judisial camp merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan diluar ruangan, dan meninggalkan keramaian perkotaan untuk menikmati keindahan alam, sebagai sarana untuk menggugah semangat kerja nyata dalam bentuk berkemah.

“Kegiatan ini kami suguhkan untuk semua jejaring yang ikut andil untuk mewujudkan peradilan bersih di Jateng,” ujar Ferry.  (RS)

117
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>