Sebarkan berita ini:

22-BanserSEMARANG[SemarangPedia] – Konflik Rumah Sakit Islam (RSI) Muhammadiyah Purwokerto yang berkepanjangan, membuat Bupati Banyumas Ahmad Husen menitikan airmata di acara penandatanganan Banyumas kondusif di  Pendopo Kabupaten Banyumas, akhir pekan lalu.

Menurut Nur Fauzi Ketua Pemuda Muhammadiyah Banyumas mengatakan sudah ada kesepakatan tidak ada organisai lain yang terlibat dalam komflik di RSI itu.

“Wakil dari Banser yang ikut tandatangan dalam acara tersebut menyatakan jika tandatangannya  tidak mendapatkan mandat dari organisasi” ujarnya ketika di hubungi SemarangPedia.com akhir pekan lalu.

Seperti diketahui pada Senin (20/6) Banser Banyumas masih ingin ikut terlibat dalam konflik Rumah Sakit Islam Purwokerto dengan Muhammadiyah, bahkan hasil kesepakatan Muhammadiyah mendapat kemenangan .

22-FauziKetua Pemuda Muhammadiyah Wilayah Jawa Tengah telah menginstruksikan kepada KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) Jawa Tengah untuk ikut mengamankan aset milik Muhammadiyah.  Saat ini sudah ada 750 personil Kokam yang siaga di markas Kokam Banyumas.

Menurut Fauzi, pihaknya belum menginstruksikan kokam untuk berada di RSIP karena masih menunggu hasil kesepakatan antara Ketua Muhammadiyah Banyumas, NU Banyumas dan Bupati Banyumas yang tengah melakukan beberapa pertemuan.

“Kita sudah bersepakat kalau Banser menarik diri kita akan tetap di markas tapi kalau banser ada di lokasi kita minta ijin kepada kepolisian agar bisa mengendalikan atau tidak, intinya kita serahkan kepada Polres Banyumas” tuturnya.

Saat ini, Rumah Sakit Islam Purwokerto dijaga ketat oleh sejumlah aparat kepolisian Banyumas dan juga tidak beroperasi penuh hanya melayani cuci darah dan instalasi gawat darurat . Namun tidak banyak pasien yang datang.(RS)

 

516
Sebarkan berita ini:

3 Comments

  1. Siapapun harus taat hukum, siapapun berkepentingan agar Banyumas damai, supremasi hukum adalah segalanya, tidak ada ruang bagi siapapun di negeri ini yg ingin menciptakan suasana anarkhis dan chaos,

  2. ya itulah orang islam yang mengatasnamakan islam modern, pintar , kritis, jenius yang lainnya kuno , semuanya sdah di atur sedemikian rupa. paling paling adu kekuatan aja antara masyarakat dan ormas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>