Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – KONI Kabupaten Garut bersama Komisi VI DPRD Garut melakukan study banding ke KONI Kota Semarang, untuk mempelajari persiapan penyusunan dan merancang Peraturan Daerah (Perda) keolahragaan, Kamis (17/12).

KONI Kota Semarang dipilih sebagai sarana untuk belajar penyusunan Perda di Kabupaten Garut, karena KONI Kota Semarang telah memiliki Perda Keolahragaan lebih dulu.

“Kota Semarang telah memiliki Perda Keolahragaan, sehingga kehadiran KONI Kabupaten Garut bersama jajaran Komisi VI DPRD ingin berdiskusi bagaimana mewujudkan Perda keolahragaan,” ujar Sekretaris Umum KONI Kabupaten Garut Eutik Karyana mengawali pertemuan kunjugan itu.

Dia mengharapkan dengan diskusi itu, Kabupaten Garut bisa segera memiliki Perda Keolahragaan, mengingat KONI tidak hanya sekedar pembinaan olahraga berprestasi, tapi juga harus memikirkan nasib-nasib pelaku olahraga untuk ke depannya.

“Banyak atlet-atlet tingkat nasional, bahkan internasional yang hidupnya terlantar setelah tidak menjadi atlet. Ketika berjaya disanjung, setelah redup mereka terkesan dibuang dan tidak diperhatikan,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjutnya, untuk menjamin kelangsungan hidup para atlet ke depan, dibutuhkan sebuah payung hukum salah satunya dengan penerbitan Perda Keolahragaan.

“Kami melakukan studi banding ke KONI Kota Semarang yang sudah memiliki Perda Keolahragaan dengan harapan di Kabupaten Garut juga bisa melahirkan Perda,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Binpres Dispora Kota Semarang Nur Samsi menuturkan Perda No 1 Tahun 2019 dilahirkan karena ingin mewujudkan “Semarang Kota Atlet”.

“Untuk mewujudkan itu semua dibutuhkan sinergitas antara KONI Kota Semarang, Pemkot Semarang, DPRD Kota Semarang dan masyarakat khususnya pecinta olahraga,” tutur Nur Samsi.

Selain itu, dia menambahkan dengan Perda Keolahragaan, Kota Semarang akan mewujudkan Sport Center dengan Standar Internasional. Saat ini pemerintah tengah menggodoknya.

“Kenapa Sport Center ini sangat dibutuhkan, karena Kota Semarang tidak hanya spesialis juara umum Porprov, tapi juga telah mewujudkan atlet-atlet yang berprestasi baik nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menyambut baik kunjungan KONI Kabupaten Garut dan mengharapkan silaturahim ini akan terus berlanjut untuk mewujudkan sinergitas.

“Terima kasih atas kunjungannya ke KONI Kota Semarang. Terkait Perda Keolahragaan, sebelumnya kita dimulai dari sebuah perencanaan yang baik bukan dengan copy paste. Perda dimulai dari buttom up, artinya pemerintah mau mendengarkan masukan dari para pelaku olahraga,” tutur Arnaz.

Selain itu, tutur Arnaz, keberhasilan dalam mewujudkan Perda dan organisasi yang baik melalui pengelolaan organisasi yang baik untuk melahirkan atlet-atlet yang berprestasi.

“Bahkan kami membentuk tim Satgas LPJ yang bertugas memonev kegiatan cabor, bagaimana membuat proposal yang baik, membuat laporan yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, di Kota Semarang untuk mencetak atlet dimulai dari Sport Entertainment (rekreasi) maka Pemerintah mewujudkan fasilitas Sport Center di semua kecamatan di Kota Semarang.

“Berapapun jumlah dana yang diberikan tidak akan cukup, tapi olahraga adalah harga diri, maka dibutuhkan inovasi dengan menggandeng berbagai pihak,” ujar Arnaz. (RS)

 

57
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>