Sebarkan berita ini:

UNGARAN[SemarangPedia] –  Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang tercatat sebagai daerah di Jateng yang dinilai paling aman serta kondusif pada Pilkada serentak yang digelar beberapa waktu lalu.

Hal itu tersirat saat pada acara silahturahmi dan tatap muka Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng dan para Babinsa, Babinkamtibmas dan Lurah/Kepala Desa se-Jateng yang digelar di pendopo Kabupaten Semarang, Rabu (7/11).

Acara tu juga dihadiri Bupati Semarang, Walikota Salatiga, Forkopimda, Ketua DPRD Jateng, pejabat Kodam dan Polda, perwakilan Parpol, Tokoh Agama, Ketua KPUD, Bawaslu dan Forkopimcam.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto mengatakan rasa kegembiraannya karena keinginan bersilahturahmi, bertatapmuka dan berdiskusi langsung dengan dengan orang-orang hebat dapat terwujud.

Pangdam dan Kapolda dapat bertemu langsung dan bertatapmuka dengan para Babinsa, Babinkamtibmas dan Lurah/Kepala Desa yang luar biasa dalam mengantarkan Jawa Tengah pada umumnya dan khususnya Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang yang paling aman dan kondusif pada Pilkada serentak 2018 yang lalu.

Melalui acara ini, Pangdam dan Kapolda ingin mengapresiasi dan berterima kasih dan bertatap muka secara langsung dengan para Babinkamtibmas, Babinsa dan Lurah/Kepala Desa yang mengantarkan Jateng menjadi daerah yang paling kondusif.

Menurut Wuryanto, hal ini juga mendapat apresiasi dari para pemimpin nasional, yang selalu disampaikan dalam kesempatan apapun pada saat beliau-beliau berkunjung di Jawa Tengah, mulai dari Presiden, Kapolri, Panglima TNI, semuanya mengapresiasi dan menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Situasi di Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya sangat kondusif, damai hingga pesta demokrasi berjalan selayaknya sebuah pesta betul-betul tergambarkan di Jawa Tengah ini. Kondisi tersebut tentu dilakukan dan direncanakan oleh orang-orang hebat,” ujarnya.

Namun perlu diingat, dia menambahkan tugas yang dihadapi tidak hanya sebatas Pilkada serentak saja, masih ada tugas ke depan yang semakin berat dan beragam. Terlebih akan digelar Pemilu 2019, yang saat ini sudah memasuki masa kampanye.

Trkait pelaksanaan Pemilu 2019, Wuryano menuturkan dengan keterbatasan dan ketidaksamaan sumberdaya manusia di wilayah masing-masing, maka perlu ada penjelasan dan sosialisasi yang luar biasa, bukan hanya dari KPU sebagai penyelenggara, namun oleh  semua pihak, sehingga kesuksesan dalam Pemilu 2019 betul-betul mencerminkan dan terwujud yang luar biasa.

“Dengan tidak ada suara yang rusak karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman dari masyarakat, maka ini adalah tanggungjawab kita semua,” tuturnya. (NDI/RS)

5
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>