Sebarkan berita ini:

membuat-startup-digital-ilustrasiSEMARANG [SemarangPedia] – Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bandung sudah melewati rangkaian Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Selanjutnya, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital akan berlanjut ke Kota Semarang untuk mencari generasi muda penggerak bangsa yang menolak terbuai oleh potensi dan ingin menciptakan solusi untuk membawa Indonesia menjadi negara besar.

Sebanyak 200 anak muda Semarang terpilih akan mengikuti rangkaian pertama Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yaitu Ignition di Ruang Serba Guna Lt. 4, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (12/11).

“Indonesia itu luar biasa. Melalui gerakan ini kami berharap banyak anak muda yang mau berkarya untuk mengibarkan bendera merah putih di seluruh dunia. Sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi pasar tapi juga diharapkan dapat menjadi permain,” tutur Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR dan penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Potensi Semarang untuk menjadi salah satu pusat startup digital di Indonesia semakin terbuka lebar. Saat ini Semarang terus berbenah untuk mengembangkan ekosistem startup digital mereka. Salah satunya melalui keterlibatan pemerintah dalam mendorong program digitalisasi dengan menghadirkan akses wifi gratis di berbagai area publik.

Bahkan untuk tahun 2017 mendatang, pemerintah kota Semarang berencana menciptakan urban learning center di 16 kecamatan yang bertujuan untuk mendigitalisasi penggiat UKM dan masyarakat. Gencarnya program digitalisasi ini menjadikan Semarang sebagai salah satu kiblat Smart City di Indonesia selain Jakarta, Surabaya, Bandung dan Makassar.

Selain itu, salah satu bukti jika ekosistem startup digital Semarang mulai menggeliat ditandai dengan hadirnya coworking space Impala Space yang dikenalkan pada 17 Agustus 2016. Hadirnya cowoking space ini diharapkan dapat menjadi stimulus untuk menggerakan potensi digital Semarang.

Hal ini juga didukung dengan pertumbuhan pengguna internet yang semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada akhir tahun 2015 pengguna internet di Semarang sudah mencapai 35 persen dari jumlah populasi yang mencapai 1,5 juta orang. Jika dapat dimaksimalkan dengan baik, Semarang dapat menghasilkan banyak statup digital yang dapat memecahkan masalah dan membantu Indonesia menjadi Digital Energy of Asia pada 2020.

“Gerakan Nasional 1000 Startup Digital mengajak kita untuk memetakan, mendeteksi dan meneliti masalah yang ada di sekitar kita, untuk dapat dipahami dan kemudian diciptakan solusi digitalnya. Permasalahan di tiap kota berbeda-beda, begitu juga di Semarang, dan kita butuh banyak kontribusi warga Semarang pada gerakan ini, karena hanya warga Semarang yang paling tahu permasalahan yang terjadi di kotanya sendiri,” tutur Gatot Hendraputra, leader of Impala Space.

149
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>