Sebarkan berita ini:

27-warekSEMARANG[SemarangPedia]- Kota Semarang diprediksikan bakal menjadi kota metropolitan yang semakin ramai pada 2918, menyusul sejumlah infrastruktur yang tengah dibangun segera rampung.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Litani Satyawati mengatakan Kota Semarang pada 2018 diprediksikan akan menjadikan kota metropolitan yang lebih ramai dari saat ini.

Kondisi itu, lanjutnya, terlihat dari pembangunan sejumlah infrastruktur seperti pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, pelabuhan Tanjung Emas, tol Semarang-Solo, tol Batang-Semarang dan tol Semarang-Demak kini terus dikebut.

Selain  itu, dia menambahkan peran pengusaha muda yang belakangan ini terlihat gencar kiprahnya sangat berpengaruh pada kepada kemajuan Kota Semarang.

“Bahkan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang setiap tahunnya terus meningkat rata-rata mencapai sebanyak 7,7 juta jiwa,” ujarnya dalam diskusi Peran Wirausaha Muda dalam Mendorong Perekonomian Daerah, di Hotel Horison, Semarang, Kamis. (27/10)

Menurutnya, dukungan tidak mhanya itu, tetapi modernisasi terminal pelabuhan Tanjung Emas dan terminal Bandara A Yani serta jalur ganda kereta api dirasa juga menjadi faktor utama untuk kemajuan perekonomian Kota Semarang pada 2018.

Dengan demikian, lanjutnya, Kota Semarang membutuhkan lebih banyak lagi wirausaha baru, untuk ikut mendorong pertumbuhan perekonomian daerah, disamping peranannya juga dapat berpartisipasi dalam mengurangi jumlah pengangguran.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara meminta kepada Pemkot Semarang untuk melakukan menotoring atau pendampingan kepada pengusaha muda, mengingat selama ini dinilai belum melakukan mentoring secara maksimal.

“Sebaiknya dinas terkait tidak menghambur-hamburkan APBD untuk melakukan kegiatan-kegiatan. Pengusaha muda lebih membutuhkan pendampingan untuk merangsang agar bisa tumbuh ke depan,” ujarnya.

Saat ini, tercatat di Indonesia terdapat 1,65% dari jumlah penduduk menjadi pengusaha. Padahal, idealnya untuk negara maju dibutuhkan minimal 2% pengusaha, seperti yang dimiliki Singapura, Tiongkok dan Jepang yang memiliki lebih dimana lebih dari 10% penduduknya yang menjadi pengusaha.

Arnaz menuturkan Kdin akan memberikan dukungannya kepada pelaku usaha untuk memberikan sertifikasi. Dengan sertifikasi itu, pengusaha akan lebih mudah dalam mengakses kerja sama dengan bank dan instansi lain. (RS)

1.588
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>