Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kota Semarang kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), dari sebelum sederet penghargaan tingkat nasional maupun regional juga berhasil diperoleh.

Di penghujung tahun ini, penghargaan diperoleh dari KLH sebagai kota metropolitan dengan udara berkualitas baik. Penghargaan diserahkan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, MR Karliansyah kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang Gunawan Saptogiri.

Gunawan mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang tidak bisa hadir karena masih berkabung atas meninggalnya ibunda Senin lalu. Penyerahan penghargaan itu digelar di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu .(14/12)

Kementerian Lingkungan Hidup menilai kualitas udara ditentukan oleh potensi pencemaran udara di berbagai kota akibat kegiatan transportasi makin meningkat. Kota Medan parameter yang melampaui baku mutu udara ambien, yaitu hidro carbon (HC) pada 2016.

Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup, MR Karliansyah mengatakan penilaian EKUP di antaranya informasi kualitas udara, kinerja dan daya saing kota dalam pengelolaan kualitas udara dan penerapan transportasi berwawasan lingkungan.

Tidak hanya itu, dia menambahkan adanya acuan bagi pemerintah dan masyarakat kota untuk meningkatkan kualitas udara perkotaan.

Menurutnya,  penentuan penerima penghargaan ditetapkan sejumlah Indikator penilaian, selain dari kualitas udara akibat transportasi seperti uji emisi kendaraan, volume lalu lintas, uji udara ambien roadside, kualitas bahan bakar, juga manajemen transportasi berkelanjutan.

“Namun layar informasi tentang kualitas udara di Semarang sudah tidak ada lagi, dari sbeleumnya telah terpasang di tiga tempat di Jl Pemuda, Jl Setiabudi,
dan Jl Abdur Rahman Saleh,” ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, tiga stasiun pemantau kualitas udara di Kota Semarang juga tidak aktif. Yang terdapat di kawasan Banyumanik, Pedurungan dan Desa Wates, Ngaliyan.

Kepala BLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri menuturkan  BLH telah melakukan berbagai upaya, seperti merealisasikn penghijauan yang berfungsi sebagai penyerap zat polusi udara, pengawasan terhadap emisi cerobong industri serta  uji emisi kendaraaan secara berkala.

“BLH terus memantau kualitas udara ambien di 16 kecamatan, tujuh kawasan industri, serta delapan  roadside di sepanjang tepi jalan raya,” tuturnya.

Dia mengharapkan perolehan penghargaan itu, dapat memotivasi bagi seluruh masyarakat untuk ikutserta menjaga dan meningkatkan kualitas udara di wilayah Kota Semarang. (HN/RS)

291
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>