Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus siap melakukan sosialisasi kenaikan tarif cukai rokok, menyusul Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menaikkan kembali tarif cukai hasil tembakau September mendatang.

Suryana selaku Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus mengatakan sosialisasi kenaikan cukai hasil tembakau akan dilakukan kepada para pelaku usaha produksi rokok, baik skala kecil, menengah hingga industri besar di wilayah kerja KPPBC meliputi Kabupaten Pati, Rembang, Blora, Kudus dan Kabupaten Jepara.

Menurutnya, saat ini kenaikan tarif cukai rokok masih digodok oleh Pemerintah Pusat, sehingga belum bisa diketahui persis besaran kenaikannya dan tarif cukai baru itu akan mulai diberlakukan pada September 2017 mendatang.

Kebijakan kenaikan cukai rokok itu, lanjutnya, didasarkan dari beberapa aspek, selain berkaitan aspek kesehatan, ekonomi masyarakat dan pendapatan cukai.

“Pada dasarnya sebagai pembatas, mengingat konsumsi rokok berimbas kurang baik bagi kesehatan, sehingga peredaraanya harus perlu diperhatikan,” ujarnya, Jumat. (25/8)

Dari aspek ekonomi, dia menambahkan maupun pengolahan rokok, maka petani tembakau juga harus diperhatikan.

Seperti diketahui Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana menaikkan kembali tarif cukai hasil tembakau atau vukai rokok dalam waktu dekat, sebagai upaya untuk mengejar penerimaan cukai yang ditargetkan Rp155,4 triliun di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018.

Kebijakan itu, merupakan reguler ada penyesuaian tarif setiap tahun. Pemerintah sudah memperhitungkan kenaikan tarif cukai rokok pada target penerimaan cukai di tahun depan. Sementara untuk besaran penyesuaian dihitung berdasarkan inflasi 3,5% dan pertumbuhan ekonomi 5,4% pada 2018.

Dalam menetapkan tarif cukai Kemenkeu akan berdiskusi dengan seluruh pemangku kepentingan, seperti asosiasi, pelaku usaha, serta Kementerian Kesehatan.

Untuk diketahui, penerimaan bea dan cukai di RAPBN 2018 dipatok Rp194,1 triliun, naik Rp5 triliun atau 2,6% dari outlook APBN Perubahan di 2017. Khusus target setoran dari cukai sebesar Rp155,4 triliun.

Target sebesar itu, dengan rinciannya berasal dari cukai hasil tembakau Rp148,2 triliun, cukai etil alkohol Rp170 miliar, cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA) sebesar Rp 6,5 triliun, dan pendapatan cukai lainnya yang diharapkan berasal dari cukai kantong plastik sebesar Rp 500 miliar.

Suryana menuturkan belum lama pihak KPPBC setempat melakukan penindakan rokok bodong atau tanpa cukai sebanyak 432.000 sigaret kretek mesin (SKM), dengan nilai barang sebesar Rp 432 juta, sehingga mengakibatkan negara mengalami kerugian senilai Rp157,680 juta.(RS)

68
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>