Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng berupaya akan mengusulkan pencairan anggaran penyelenggaraan pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Tengah pada 2018 sebesar Rp 990 miliar, untuk biaya operasional badan penyelenggara, rekrutmen perangkat pemilu hingga seleksi bakal calon (balon) gubernur.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPI) Jawa Tengah, Joko Purnomo mengatakan pihaknya akan mengusulakan anggaran penyelenggaan Pilgub sbesar itu kepada Pemerintah Pusat dengan asumsi jumlah pasangan calon (paslon) bakal ada enam orang.

“Setiap paslon yang ingin maju Pilgub diwajibkan memiliki dukungan suara sebanyak 1,8 juta jiwa dan  tiap badan penyelenggara dalam waktu dekat bakal mulai membuka rekrutmen petugas Panitia Pemilih Kecamatan (PPK), Penyelenggara Pemungutan Suara (PPS) dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di tiap kabupaten/kota,” ujarnya.

Menurutnya, KPU akan merekrut petugas pengawas Pemilu sebanyak 696.000 orang, dengan total anggaran yang dibutuhkan untuk honor dan keperluan operasional mencapai ratusan miliaran rupiah, termasuk biaya penyelenggraan Pemilu.

Dia menuturkan setelah tahapan itu disetujui, segera disusul untuk memperoleh formulir dari Kemendagri, kemudian  proses pemutahiran data pemilih segera digarap.

“Upaya tahapan-tahapan itu, paling lambat akhir November tiap PPS sudah membentuk PPDP, sehingga diharapkan proses pencalonan Gubernur Jateng bisa dimulai Januari lalu giliran mendata Data Pemilih Sementara (DPS),” tuturnya.

Sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang pada 2017 akan melakukan berbagai kegiatan menghadapi Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan persiapan Pemilu legislatif serta pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hendry Wahyono Ketua KPU Kota Semarang mengatakan 2017 KPU akan memfokuskan pada verifikasi faktual partai politik yang akan menjadi pesrta pemilu pada 2019, meliputi kelengkapan administrasi parpol, kepengurusan dan juga sekretariat parpol.

Sedangkan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2017 merupakan tahapan awal dengan memulai dari pendataan pemilih,

“Untuk verifikasi parpol ada tahapannya, pertengahan tahun depan pada tahapan pemilihan. Setiap verifikasi akan dilihat kepengurusannya, termasuk aktifitas  kantornya, eksis apa tidak dimasing-masing kota saat ini, bahkan 100% di seluruh kabupaten kota harus ada, “ ujarnya.

Menurutnya, untuk pemilihan Gubernur 2018,  akan ada sekitar 105.000 pemilih pemula dan untuk Pilpres akan ada sekitar 150.000 pemilih pemula di Kota Semarang.

Untuk itu, dia menambahkan melalui pemilu osis yang telah digelar selama 2016 ini dan  diharapkan kesadaran pemilih pemula untuk ikut dalam pemilu lebih besar dan jumlah masyarakat yang golput semakin rendah. (RS)

97
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>