Sebarkan berita ini:

5-kongresSEMARANG[SemarangPedia] – Sastra Jawa kini telah mendunia, sehingga regenerasi sastra dan sastrawan Jawa sudah layaknya menjadi agenda bersama, sebagai upaya untuk tetap menjadi penerus.

“Sastra Jawa telah menjadi kekayaan kultural bangsa yang sangat berharga dan memiliki masa depan yang cerah jika terus digalakan,” ujar Fathur Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) saat pembukaan Kongres Sastra Jawa (KSJ) IV yang digelar di Kampung Budaya Unnes di Sekaran, Gunungpati, Semarang, Sabtu.(5/11)

Kongres yang mengangkat tema ‘Mbangun Generasi Sastra(wan)’ Jawa itu digelar selama  selama tiga hari, 4-6 November 2016 dan mendapat dukungan dari Organisasi Pengarang Sastra Jawa dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Unnes, Balai Bahasa Provinsi Jateng, dan Pemerintah Provinsi Jateng.

Semantara Ketua Panitia KSJ Zustiyantoro menuturkan kongres ini diinisiasi para sastrawan guru, dosen, mahasiswa, seniman, budayawan, pamong budaya dan masyarakat yang peduli terhadap sastra Jawa.

“KSJ adalah event rutin tiap lima tahun sekali dan kali ini Mengambil tema ‘Mbangun Generasi Sastra(wan)’ kami ingin membuka mata bahwa jasa sastrawan jawa itu begitu penting karena itu regenerasi pengarang sastra harus terus diupayakan, sebab merekalah yang mengampanyekan sastra Jawa melalui karya,” tuturnya. (RS)

73
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>