Sebarkan berita ini:

RokokSEMARANG [SemarangPedia] – Pemkot Semarang segera memberlakukan perda Perda No 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan siap menjatuhkan sanki bagi masyarajat yang melalnggar ketentuan itu..

Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Kusnandir mengatakan pertengahan tahun ini, Perda itu sudah diberlakukan dan petugas akan menindak tegas atas pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

“Bagi masyarakat yang melanggar akan dienakan tidak pidana ringan (tipiring) dengan sanksi sesuai dengan yang diatur dalam perda Perda No 3 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR),” ujarnya, Jumat. (8/4).

Menurutnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kota Semarang yangakan mengawal perda KTR itu, dia antaranya di tempat umum (public area), tempat kerja/kantor, tempat ibadah, tempat bermain anak, angkutan umum, tempat belajar mengajar dan sarana kesehatan.

Petugas Satpol PP hingga saat ini sejak perda itu digulirkan belum terdapa temuan kasus orang melanggar larangan merokok, karena selama ini masih dalam tahap sosialisasi dan pembinaan kepada msyarakat yang gemar  merokok.

“Jika ditemukan orang melanggar di KTR, hanya teguran atau diingatkan. Tapi mulai pertengahan 2016 ini petugas akan tegas dan menindak bagi peklanggar dan ancaman tidak pidana ringan (tipiring) serta  sanksi sesuai dengan yang diatur dalam perda itu,” tuturnya.

Menurutnya, implementasi di lapangan pihaknya akan berkoordinasi dengan kejaksanan dan kepolisian, karena akan diberlakukan sidang di tempat jika ada temuan pelanggaran. Saksinya pidana kurungan paling lama tiga bulan dan/atau denda paling banyak sebesar Rp50 juta.

270
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>