Sebarkan berita ini:

31-Siswa SMASEMARANG[SemarangPedia] – Direktur LBH APIK, Soka Handinah mendorong pemkot Semarang melakukan gebrakan baru untuk merancang kurikulum tambahan tentang aliran kepercayaan sebagai agama baru.

Menurutnya, perspekstif pengajar aliran kepercayaaan menjadi sebuah agama sebagai paradigma baru.

“Jangan seolah-olah aliran kepercagaan kepada Tuhan Yang Maha Esa itu bukan agama. Ini artinya, paradikma yang rendah ini harus segera diubah,” ujarnya, Rabu (31/8).

Dia menilai kasus yang menimpa ZNR, siswa SMK Negeri 7 Semarang yang tidak naik kelas, karena menganut aliran kepercayaan tertentu merupakan pelajaran berharga bagi para pendidik di Semarang. Sebab, kasus ini tidak hanya soal regulasi, melainkan merubah prespektif pengajar tentang aliran kepercayaan yang menjadi sebuah agama.

Dia menilai postif terhadap kebijakan pemkot Semarang yang bertekad membuat gebrakan itu, sehingga nilai-nilai toleransi antar umat beragama tetap terjaga dengan baik.

Dilain pihak, pengurus aliran penghayat menyambut baik penyelesaian kasus itu. Mereka kini menunggu Pemerintah Pusat mengembalikan marwah Permendikbud yang mengatur tentang pendididikan dan kepercayaan.

Hal itu termasuk perubahan kurikulumnya serta tambahan fasilitas yang harus disediakan pihak sekolah.

“Kita sudah bertemu Direktorat Kepercayaan dan Tradisi Kemendikbud dan sekarang tinggal mengimplementasikan aturannya. Semarang, saya yakin bisa buat terobosan baru,” ujar Margono, Perwakilan Aliran Penghayat. (RS)

110
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>