Sebarkan berita ini:

15027431_10209885646890428_5403550122261867274_nSEMARANG [SemarangPedia] – Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) adalah suatu Lembaga Independen yang mencatat Prestasi Insan Indonesia secara Profesional, Akuntabel, dan Transparan serta Bermartabat, menorehkan kembali sertifikatnya untuk warga RT 09 RW 13 Kelurahan Tandang, Kecamatan Tandang Semarang karena telah dapat menerima adanya panti asuhan untuk anak dan ibu yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) yang berada dilingkungan mereka.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Paulus Pangka Sebagai pendiri LEPRID oleh warga diwakili Sekretaris RT 09 Bapak Suntari, pihaknya sangat berterima kasih atas perhatiannya telah memberikan penghargaan ini kepada warganya. “Sebenarnya ini merupakan tugas kita semua untuk menerima para penderita yang terinfeksi HIV AIDS, dan atas nama warga RT 09 saya mengucapkan banyak terima kasih dengan diberikan penghargaan ini,” ujarnya seusai menerima penghargaan, Rabu (9/11).

Hal senada juga disampaikan oleh, Magdalena yang juga sebagai pengagas Rumah Aira, selama berdiri 30 Juni 2016 lalu sampai sekarang yang berada dilingkungan RT 09 RW 13 Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang Semarang dapat membaur dengan masyarakat. “Pasalnya warga bukan hanya menerima kehadiran Orang Dengan HIV/AIDS (Odha) saja, bahkan dengan suka cita melibatkan Odha tergabung dalam kegiatan dilingkungannya,” katanya.

Pihaknya berharap, ini merupakan sebagai percontohan buat masyarakat luas. Bahwa di Kota Semarang ada yang peduli HIV, faham HIV dan bebas HIV. “Yang sudah terjangkit virus ini jangan lagi ada rasa takut dikucilkan atau dipandang sebelah mata. Masih ada kita yang peduli dan mengurus para Odha,” tuturnya.

Kendati demikian, Magdalena menambahkan, dengan diberikannya LEPRID warga warga RT 9 RW 13 Kel Tandang Kec Temabalang Semarang semoga aksi nyata ini dapat di tiru warga lain di semarang dan Indonesia untuk bisa menerima anak-anak dan Odha bisa hidup bersama tidak ada stikma, diskriminasi dan dikucilkan,” pungkasnya.

213
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>