Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemrangPedia] – Jalan Kyai Padak di Kawasan Kelurahan Pedorejo, Nagaliyan Semarang yang selama ini sepi-sepi saja, tiba-tiba pada liburan panjang akhir pekan ini dibanjiri ratusan wisatawan lokal.

Jalan di kawasan itu sejak pagi hingga Minggu sore hari dipadati pengunjung yang datang dari berbagai daerah, mereka antusias sekali ingin melihat masjid yang dibangun dengan desain kapal seperti Bahtera Nabi Nuh AS.

Kabar pembangunan masjid kapal itu tersiar begitu cepat dan jadi viral di media sosial beberapa bulan lalu. Tak sedikit dari mereka yang sudah berdatangan di lokasi, namun proses pembangunn fisik masjid saat itu belum rampung.

Kini pembangunan masjid kapal itu telah rampung dan kembali ramai menjadi viral di media sosial, sehingga tidak mengherankan, jika liburan mulai dibanjiri pengunjung, apalagi saat libur panjang seperti akhir pekan ini jalan menuju masjid dipenuhi para pelancong.

Perjalanan menuju masjid kapal itu, memang suasananya cukup rindang dengan pepohonan pinus dan pemandangan hamparan persawahan dan mengasyikan, bahkan pelancong yang berdatangan tidak hanya kalangan remaja, tetapi orang tua dan anak-anak juga terlihat ramai.

Mereka yang berdatangan tidak hanya menggunakan sepedamotor maupun mobil pribadi, tetapi juga rombongan dengan minibus. Nampaknya mereka ingin melepas penasaran sambil berfoto ria.

Tidak dipungkiri memang, suasana sekitar masjid kapal itu kini menjadi ramai, bermunculan para pedagang, baik yang mendirikan warung tenda maupun asongan yang menjajakan beraneka macam makanan dan minuman serta berbagai jenis kue.

Di dalam masjid suasana sejak pagi hingga Minggu sore juga ramai dipenuhi para pelancong, baik mereka yang melihat-lihat desain bangunan maupun yang mencoba menuaikan sholat secara jemaah.

Masjid Kapal yang dibangun saudagar Kyai H Ahmad dari Pekalongan itu, menjadi daya tarik tersendiri dan mulai dikagumi para wisatawan domestik, bahkan mampu menyedot ribuan para pelancong dari berbagai penjuru daerah.

Bangunan masjid dengan mengangkat kisah Nabi Nuh AS. Bahkan Bahtera ini mengambarkan jika naik ke kapal ini insyallah akan selamat jadi secara tidak langsung mengingatkan untuk mendalami kisah Nabi Nuh, belajar agama, kitab kuning insayallah diberikan keselamatan.

Pembangunan masjid kapal yang berdiri di atas lahan seluas 2.000 meter persegi ini menelan biaya kurang lebih sebesar Rp5 milyar dan merupakan satu-satunya di dunia masjid yang dibangun berbentuk kapal.

Ari Sudarsono seorang pelancong bersama keluarganya menyempatkan liburan panjang akhir pekan ini untuk berwisata ke masjid Kapal itu dan setelah melihat sangat kagum dengan keindahan bangunan masjid itu.

“Setelah mengetahui secara langsung dan mendengar kabar dari media sosial akan bentuk bangunan masjid menyerupai kapal, saya bersama keluarga sangat kagum,” ujarnya.

Menurutnya,  begitu indah bangunan masjid yang menyerupai kapal seperti kapal Nabi Nuh dan sangat mengagumkan, mungkin ini hanya ada satu-satunya di dunia.

Bahkan hingga kini masih banyak wisatawan yang juga masih penasaran dengan kebaradaan masjid kapal itu. Namun, mereka bisa datang pada hari-hari libur, karena Masjid itu dibuka untuk umum.

Senada Devi Anggraeni warga asal Semarang juga terpana melihat wujud bangunan masjid kapal itu. Mereka bersama teman-temannya tidak menyia – nyiakan waktu untuk berfoto dari segala pemandangan sudut bangunan baik halaman, lantai satu hingga naik ke lantai empat.

“Saya tahu masjid kapal dari media sosial dan kini semakin booming, bahkan setelah tahu memang unik bangunannnya dan untuk berfoto ria sangat cocok dan indah sekali pemandangannya,” ujar Devi.

Lingkungan masjid kapal itu, ternyata juga membawa berkah bagi warga di sekitarnya, selain mereka dapat ikut mengais rejeki dengan membuka warung, makanan dan minuman juga berjualan souvenir, termasuk foto-foto masjid kapal itu dari berbagai sudut.

Sunarti warga di daerah itu menuturkan dengan adanya masjid kapal itu, wilayahnya kini semakin ramai dan dipenuhi banyak orang, bahkan setiap hari libur ratusan pelancong berdatangan.

“Warung makan dan jajanan serta minuman saya sangat laris, dan ini membawa berkah karena banyak memberikan keuntungan bagi warga setempat,” tuturnya.

Yang berjualan di sekitar masjid, tuturnya, tidak hanya warga daerah ini, tetapi banyak yang berdatangan dari dari daerah lain, termasuk tetangga desa dan Semarang sekitarnya.

Sejak menjadi viral di berbagai media sosial beberapa bulan lalu dan masuk ke ranah media online, popularitas masjid kapal itu semakin melejit. Tak pelak sejumlah pelancong baik warga Semarang maupun luar kota terus mengalir berdatangan, terutama mereka yang masih kian penasaran ingin melihat wujud asli bangunan masjid Kapal itu.

244
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>