Sebarkan berita ini:

24-ganjar-panenSUKOHARJO[SemaragPedia] –  Pemprov Jateng akan berupaya terus mendorong realisasi asuransi pertanian,  kepada pemerintah, untuk melindungi para petani di bebagai daerah sentra produksi padi, sekaligus meningkatkan swasembada beras.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan asuransi diperlukan sebagai perlindungan kepada para petani ketika mengalami gagal panen, sehingga perlu terus diupayakan realisasnya kpada pemerintah.

“Kami akan terus mendorong asuransi bisa dibayar negara. Jadi, ada perlindungan kepada petani ketika gagal panen,” ujarnya saat menghadiri peringatan Hari Tani Nasional 2016 yang diselenggarakan di Desa Pandean, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu. (24/9)

Menurutnya, saat ini pemprov bersama dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara, Badan Informasi Geospasial, dan Perum Bulog menyiapkan data besar tentang pertanian di wilayah Jateng.

Data pertanian, lanjutnya, menyangkut jumlah kelompok tani yang tersebar di 35 kabupaten/kota, luasan lahan pertanian, dan jumlah produktivitas.

“Premi asuransi yang harus dibayar petani hanya Rp36.000 untuk setiap satu hektare lahan pertanian, jika  terkena banjir atau gagal panen maupun dinyatakan puso petani pemilik lahan akan mendapat ganti rugi senilai Rp6 juta,” tuturnya.

Dia menuturkan hingga saat ini luasan lahan pertanian semakin berkurang dan masih rendahnya kalangan generasi muda berminat untuk terjun ke bidang pertanian.

Dengan demikian, dia menambahkan mekanisasi yang masih terlalu berorientasi pada lingkungan, pertanian organik, menumbuhkan kearifan lokal dalam pertanian dan perlu terus dijaga.

“Diharapkan pada Hari Tani ini perlindungan petani menjadi lebih baik, sehingga kebijakan publik yang diambil pemerintah bisa tepat sasaran,” ujarnya.

Peringatan hari tani dihadiri sekitar 1.500 petani dari 29 gabungan kelompok tani dari 29 Kabupaten/Kota di wilayah Jateng. Peringatan diawali dengan panen raya padi premium di lahan sekitar lokasi.

Pada kegiatan itu, juga digelar Festival hasil panen padi. Para petani di eks Karesidenan Surakarta menyuguhkan padi premium yang dikembangkan melalui metode Agricultural Growth Promoting Innoculant (AGPI).

Metode AGPI merupakan pengembangan dari Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dengan menggunakan pupuk cair berbasis mikroba yang berfungsi untuk menyehatkan tanah.  Dengan metode itu, produktivitas padi premium meningkat 10% hingga 20%. (RS)

84
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>