Sebarkan berita ini:

21-gubernur-katarakSEMARANG[SemarangPedia] – Gubernur Jawa Tengah  Ganjar Pranowo mengatakan lndonesia menduduki peringkat kedua penderita buta katarak di Asia Tenggara, yaitu sebesar 1,5% per dua juta penduduk.

Bahkan,  menurutnya, setiap tahun sekitar 240.000 orang terancam mengalami buta akibat katarak, sehingga dibutuhkan keterlibatan semua pihak untuk mengurangi angka penyakit mata tersebut.

“Kepedulian swasta serta pihak-pihak lain sangat penting, mengingat tidak memungkinkan mengharapkan segala sesuatu diselesaikan pemerintah. Maka peran swasta seperti ini yang menjadikan kita mampu menyelesaikan persoalan bersama. Apalagi Jateng khas dengan gotong-royong,” ujarnya saat menghadiri kegiatan operasi katarak gratis dalam rangka HUT ke-61 Polantas Polres Semarang, di Rumah Sakit Ken Saras Kabupaten Semarang, Rabu (21/9).

Faktor, lanjutnya, penyebab tingginya penderita katarak di Indonesia, di antaranya selain karena kondisi geografis atau tempat tinggal jauh dari rumah sakit, juga masih takut menjalani operasi, serta karena terkendala biaya.

“Selain itu, juga tidak sedikit masyarakat menganggap katarak bukan penyakit melainkan proses alamiah manusia akibat usia,” tuturnya.

Menurutnya, untuk memotivasi penderita katarak, semua pihak harus ikut menyosialisasikan pentingnya kesehatan mata.

Tidak hanya itu, dia menambahkan pemahaman tentang berbagai kecanggihan teknologi medis untuk operasi katarak, kemudahan operasi, serta bantuan biaya dari swasta dan pemerintah,  sehingga para penderita katarak tidak lagi takut menjalani operasi katarak.

“Ini perlu kita gerakan. Nanti kita umumkan ke desa-desa, kalau perlu bisa dijadwalkan berkeliling. Karena alokasi yang diberikan perusahaan wsata seperti PT Sidomuncul Tbk ini, seringkali tidak terpenuhi, sehingga Kades  dan lainnya juga perlu terlibat dengan melaporkan warganya yang terkena katarak,” tuturnya.

Operasi katarak gratis kerjasama antara Polda Jateng, PT Jamu dan Farmasi Sidomuncul dan persatuan dokter mata Indonesia (Perdami), sekaligus untuk memperingati HUT Polantas ke 61.

Sementara Direktur Marketing PT Sido Muncul Irwan Hidayat mengatakan sejak diluncurkannya program operasi gratis katarak pada 2011, perusahaan jamu itu bekerja sama dengan Perdami dan berhasil melakukan operasi terhadap 47.878 mata yang terkena katarak.

Menurutnya, kendala yang dihadapi untuk melaksanakan program operasi katarak, karena penderita menganggap katarak merupakan penyakit bagi orang yang sudah berusia lanjut. Selain juga ada rasa khawatir bagi penderita jika operasi akan mengalami kegagalan, dan juga mereka tidak memiliki biaya untuk operasi.

“Namun sekarang ini masyarakat sudah paham kalau katarak bisa disembuhkan, sehingga program operasi katarak gratis yang digelar Sidomuncul sudah diikuti oleh banyak penderita katarak,” ujarnya. (RS)

98
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>