Sebarkan berita ini:

lumpia pak edy1SEMARANG [SemarangPedia] – Menikmati sensasi lumpia khas Semarang dengan rasa original? Lumpia Pak Edy pilihannya. Dengan membuka lapak dagangannya di Jl. Sultan Agung No.61 lumpia Pak Edy merupakan generasi keempat dari penemu lumpia khas Semarang. Sehari-hari gerai mereka dikelola oleh keturunannya.

Pada musim libur seperti Hari Raya Idul Fitri ini Lumpia pas banget menjadi buat tangan untuk dinikmati bersama keluarga besar sambil bermaap-maapan. Kota Semarang yang terkenal dengan kuliner khas yakni Lumpia menjadikan Kota ini di juluki Kota Lumpia. Lumpia Pak Edy biasa disukai dari kalangan pejabat sampai artis.

“Dengan rasa original sejak dari dulu merupakan warisan dari nenek moyang. Di genarasi ke 4, kami akan mencoba terus melestarikan karena ini merupakan sejarah,” ujar Ineke Santoso Putri dari Pak Edy.

lumpia pak edy

Wanita yang akrab disapa Ineke menambahkan, bahwa langgannya dari mulai orang biasa sampai artis ibu kota kalau ke Semarang selalu mampir ke lapak dagangannya. “Karena lumpia bikinan ini selalu ramai diburu oleh pelancong yang melewati Kota Semarang buat oleh-oleh dan bisa bertahan selama 2 hari,” katanya saat ditemui semarangpedia.com, Kamis (7/7).

Lumpia Pak Edy yakni lumpia spesial original dibandrol Rp 12 ribu yang merupakan perpaduan dari rasa, udang, telor dan ayam dengan dua varian yaitu basah dan goreng.

Menurut Ineke, ciri khas rasanya antara lain terletak pada tidak adanya bau rebung yang pesing karena rebung telah melalui proses panjang, pencucian yang sangat bersih dan lain sebagainya.

Semua bahan diolah sendiri, termasuk kulit lumpia yang menggunakan tepung khusus. Untuk isian, bahan utama yakni ayam dan udang dicampur dengan telur, kemudian ditambah berbagai bumbu lain.

Soal rasa, lumpia merupakan perpaduan kuliner Tionghoa dan Jawa. Lumpia Pak Edy telah menyesuaikan dengan lidah orang Jawa, yang cenderung lebih kuat yang manis dan gurih.

Dengan mempertahankan apa yang dimulai leluhurnya, yakni menjual lumpia secara kaki lima. Meski demikian, bagi yang ingin menikmati menu ini di tempat, mereka juga menyediakan lapak khusus.

“Biasanya para konsumen membelu untuk oleh-oleh, tiap tahunnya pada saat libur lebaran penjualan Lumpia saya meningkat sampai mencapai 200 persen dari hari biasa,” pungkas Ineke.

972
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>