Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Mahasiswa baru diharapkan memiliki integritas dan nasionalisme kepada Tanah Air, di antaranya dengan cara peduli kepada lingkungan sekitar.

“Cita-cita saya dulu berubah terus, SD jadi pilot, SMP jadi dokter, SMA jadi insinyur. Waktu kuliah baru ketemu. Cita-cita apapun kalau kita tak manfaat untuk orang lain, maka kita tak berguna bagi bangsa ini,” ujar Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberi kuliah umum di Gedung Merah Putih  Kampus I Universitas 17 Agustus (Untag), Semarang, Jumat (14/9).

Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi itu pada kuiah umum membawakan tema ”Mewujudkan mahasiswa Untag Semarang yang berintegritas dan berjiwa nasionalis”.

Menurutnya, terdapat tentang empat kelompok anak muda. Pertama pintar dan peduli, yaitu yang cinta NKRI, peduli dan berprestasi yang kemudian membangun lingkungannya dengan kreatifitas dan ide. Kedua, pintar tapi tak peduli, misalnya orang sukses yang bekerja di luar negeri, tapi tidak mau pulang karena besarnya gaji, dan tidak mau membangun lingkungannya.

Ketiga, lanjut dia, peduli tapi tidak pintar, seperti men-share berita, namun tak mengecek kebenaranny serta tidak mau memikirkan efek dari apa yang diperbuat.

“Yang terakhir adalah tidak pintar tidak peduli,  sudah tak berprestasi, meresahkan dan suka melakukan tawuran, karena ingin menaklukkan semua orang. Sekarang ini negara kita butuh orang yang pintar dan peduli. Jangan menjadi anak muda yang diam saja. Anda anak muda, punya ide punya solusi, datang ke kantor saya,” tuturnya.

Meskipun ada mahasiswa yang bukan berasal dari Semarang, dia berharap mereka dapat melakukan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di kota ini, karena kegiatan itu merupakan bentuk kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Sementara itu, Rektor Untag, Suparno mengatakan pihaknya memberikan beasiswa kepada 26 Mahasiswa kurang mampu, anak dosen dan karyawan, anak yatim piatu serta anak alumni Untag.

Kuliah umum tersebut  juga dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Pembinaan Pendidikan 17 Agustus 1945 Budi Darmawan, Ketua Pembina, Prof  Sarsintorini Putra dan Ketua Pengawas Djatmiko Waluyo. (RS)

 

10
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>