Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), setelah berhasil menciptakan alat Smart Fuse Water Dryer.

PKM diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada 2001, sebagai langkah untuk menumbuhkan, mewadahi dan mewujudkan ide kreatif serta inovatif mahasiswa.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan perguruan tinggi serta mahasiswa berprestasi dalam pemeringkatan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

PKM digolongkan menjadi delapan bidang melipuiti PKM-Penelitian (PKM-P), PKM-Kewirausahaan (PKM-K), PKM-Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), PKM-Penerapan Teknologi (PKM-T), PKM-Karsa Cipta (PKM-KC), PKM-Artikel Ilmiah (PKM-AI), PKM-Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan PKM-Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK).

Smart Fuse Water Dryer termasuk ke dalam PKM-T diciptakan oleh satu tim yang beranggotakan lima orang terdiri dari satu ketua pelaksana dan empat anggotanya.

Probo Kusumo selaku ketua pelaksana mengatakan alat ini tercipta karena melihat permasalahan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi kerupuk rambak Rahayu di Dusun Pandansari Tampingan Boja.

Proses pembuatan kerupuk rambak yang dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari  pembuatan adonan, pengukusan, pengirisan, pengeringan dan pengepakan masih tradisional.

Menurut Probo, proses pengeringan adonan kerupuk pada UKM saat ini masih menggunakan cara tradisional dengan memanfaatkan panas sinar matahari, sehingga memakan waktu lebih lama, bahkan menimbulkan kelelahan hingga berdampak pada menurunnya produktivitas pekerja.

Selain itu, lanjutnya, alat yang digunakan itu juga masih tergolong kurang ergonomis karena posisi tubuh pekerja jongkok dan membungkuk saat proses dilakukan.

“Smart Fuse Water Dryer adalah teknologi pengering kerupuk rambak otomatis dan bisa menjadi solusi untuk mejawab permasalahan tersebut, karena mampu menjadikan lebih efektif dan efisien untuk meningkatkan kapasitas produksi kerupuk rambak di UKM Rahayu, ujar Probo, Sabtu (15/6).

Smart Fuse Water Dryer memiliki keunggulan seperti sistem yang automatic, lebih hemat dalam penggunaan energi, lebih besar kapasitasnya, alat lebih ergonomis, pekerja  tidak terpapar langsung dengan panas sinar matahari serta tidak mudah mengalami kelelahan.

Tidak hanya itu, dia menambahkan pembuatan alat itu juga sebagai penelitian dan  bentuk penerapan ilmu yang telah dipelajari mahasiswa di pergururan tinggi itu.

Sementara itu, Rahayu Supriyati sebagai pemilik UKM Rahayu Kerupuk sangat antusias dengan diciptakan alat Smart Fuse Water Dryer yang diharapkan bakal dapat meningkatkan produktifitas usahanya.

“Saya berharap dengan adanya alat ini, dapat memberi manfaat serta mampu mendorong kemajuan dan perkembangan usaha bagi kalangan UKM ke depan,” tuturnya. (PBR/RS)

 

 

545
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>