Sebarkan berita ini:

JpegSEMARANG [SemarangPedia] – Pesisir Semarang Tangguh itulah take line yang diusung oleh Yayasan Bintari untuk melakukan program peningkatan ketahanan masyarakat pesisir melalui penguatan ekosisten mangrove dan mengembangkan penghidupan di Kota Semarang. Pasalnya serangkaian kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan Car Fee Day (CFD) di jalan pahlawan, Minggu (13/11).

Direktur Yayasan Bintari Arief Khristantio, menjelaskan, kegiatan tersebut memberikan edukasi kepada masyarakat luas dengan pentingnya tanaman mangrove di pesisir Kota Semarang. ” Ini merupakan kampanye Pesisir Tanguh yang merupakan puncak dari rehabilitasi pesisir, ini kita lakukan sejak tahun 2013 sampai sekarang dan akan kita ceritakan melaluli kegiatan ini,” katanya disela-sela Kegiatan Pesisir Semarang Tangguh Berwisata Di Pesisir Semarang, Minggu (13/11).

Dalam kegiatan ini terlihat beberapa papan yang bertuliskan “Sampaikan Pesanmu Ayo Jaga Mangrove Kita” banyak di datangi pengunjung untu membubuhkan tanda tanggan serta menuliskan pesan untuk tetap melestarikan mangrove.

Arief sapaan akrabnya menambahkan, bahwa anak-anak usia dini memang sengaja dilibatan dalam kegiatan ini. “Kita memang melibatkan anak-anak karena dengan memberikan edukasi akan betapa pentingnya tumbuhan mangrove dipesisir, maka dengan demikian kelak mangrove yang sudah berkembang ini merekalah yang gantian untuk menjaganya,” tuturnya.

Sejauh ini, lanjutnya, pihaknya sudah menanam kurang lebih 300 ribu mangrove tumbuh dan berkembang dengan bagus yang berada di pesisir kota semarang, membangun alat penaham ombak juga telah dibangunnya sejauh 900 meter serta mengembangkan perekonomian dengan cara budidayakan ikan yang hidup diantara pohon mangrove.

“Upaya ini kita lakukan selain menjadi penguatan ekosistem mangrove juga menjadikan destinasi wisata mangrove Kota Semarang yang kita kenalkan melalui lomba poto yang hasilnya sedang kita pamerkan di kegaiatan ini,” paparnya.

Beberapa pihak yang mendukung kegiatan ini diantaranya Mercy Corp Indonesia, Pemerintah Kota Semarang, Bintari, ACCRN, Rockefeller Foundation, Unnes dan Undip. Bahwa untuk pesisir Kota Semarang, Arief Menegaskan, tanaman mangrove lebih pantas untuk tumbuh dan berkembang dari pada apapun serta tujuan apapun. “Dalam hal ini untuk pesisir Kota Semarang tanaman mangrove lah yang utama dari pada kepentingan yang lainnya,” pungkasnya.

131
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>