Sebarkan berita ini:

Marco 1SEMARANG[SemarangPedia] – Sebagian besar kawulo muda di Kota Semarang sudah tidak asing lagi dengan nama sosok Marco Marnadi vokalis Group Musik Congrock 17, selain bergabung di musik, cowok ini juga mantan jurnalis, bahkan masih aktif ikut tampil membaca puisi, menjadi MC adakalnya melawak bersama dengan seniman seangkatannya.

Marco dikenal gaul, bahkan tidak segan-segan mengikuti berbagai aktivitas, belakangan ini juga tidak ketinggalan ikut menggelar berbagai pameran, selain pameran lukisan, bahkan menggelar pameran batu akik.

Marco juga gemar menggunakan asesoris seperi kalung bermata batu akik besar, gelang besar dan lainnya menghiasi penampilannnya setiap hari. Yang jarang dilepas adalah topi cabaret coklat muda, hitam dan coklat tua yang melekat di kepalanya menjadi ciri khas penampilannya sehari-hari.

Marco2Congrok 17 group musiknya sudah cukup berumur dan saat ini sudah menginjak usia 33 tahun dan Marco sebagai vokalis masih tetap setia mempelopori ide-ide barunya, bahkan group musik ini kembali mengeluarkan album terbarunya.

Menurut Marco, lima komposisi musik dipersembahkan untuk para penggemarnya dan peluncuran album bertajuk Revolusi sudah dihelat di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI) Semarang, beberapa waktu lalu.

Group musik ini memiliki personel terdiri Andri (vokal), Eva (vokal), Kunto (vokal), Marco Marnadi (vokal), Rudi (vokal), Tono (cak), Yono (cuk), Yanto (gitar), Anang (bass), Darmaji (cello), Hendi (keyboard), Ferry (drum), Andriyanto (biola), Rifa’i (flute), Haridjoko (koordinator).

Dalam konser, lanjutnya, lagu pertama yang sering dibawakan dalam album berjudul Gado-Gado Semarang  karya maestro keroncong Kelly Puspito, selin lagu Ada di Dekapanmu.

Selain lagu pop, Congrock 1 juga sering mendendangkan lagu karya pemusik reggae asal Semarang Tony Q berjudul

“Revolusi” Ini lagu diciptakan anak muda Semarang yang saat ini menetap di Jakarta. Dia adalah pemusik reggae. Orang Semarang, cah Perbalan,” tutur Marco menerangkan lagu yang juga dipilih menjadi tajuk album.

Lagu yang diciptakan personel Congrock 17, pemegang alat musik cuk, Yono, berjudul Kenangan Terindah dan lagu yang juga sering dikumandangkan karya seniman gamelan dan dalang wayang kulit Ki Nartosabdho berdjudul Lancaran 45.

“Gaya Jawa, penghargaan kepada Ki Nartosabdho,” ujar Marco. Album dipersiapkan selama satu tahun. Di album ke-4 ini Congrock 17 lebih menonjolkan aransemen musik.

280
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>