Sebarkan berita ini:

MARWAH BAND KUDUS

SEMARANG  [SemarangPedia] – Ketika musisi pendatang baru muncul dengan resapan nuansa ramadhan, yang terbenak di pikiran adalah aura religi yang tergambar. Ini memang sudah menjadi identitas yang melekat di benak publik awam pada umunnya. Namun hal tersebut direfleksikan berbeda oleh Band Lokal pendatang baru dari Kota Kudus yang mendeklarasikan dengan bandrol Marwah Band, lahir dari satu entitas, kelompok perkumpulan belajar Omah Dongeng Marwah, dengan personel Tao (vocal), Novia (vocal), Kinasih (vocal), Ryo (gitaris), Ermin (kibor), Agus (Bass) dan Petrus (drum) mencoba peruntungan di belantika musik lokal dengan meluncurkan album perdana yang  bertajuk “Cinta Berdebu”.

Tao vocalis mengungkapkan sejatinya Marwah adalah grup musik yang berkonsep spiritualtas dan humanisme. “Kami disini bukan membawakan diri sebagai grup band relegi, tetapi kita lebih pada spiritualitas dari lagu yang disampaikan”, ungkapnya dalam konfrensi Pers di Banaran Resto, Kamis (16/6).

Spiritualitas digambarkan oleh Marwah melalui, esiensi dari lirik dan pesan lagu tercipta dari kedekatan terhadap Sang Pencipta, penyampaian lagu didasarkan pada nilai kemanusian, sosial dan budaya. Pengaggungan pencipta dalam albumnya tidak begitu gamblang dilantangkan.

Pada kesempatan itu Marwah melantunkan 3 lagu pamungkasnya dihadapan awak media semarang. Kekompakan serta kepiawainnya dalam bermusik ditunjukan oleh Marwah. Dalam bermusik Marwah ingin menyuguhkan sajian musik yang berbeda, susunan lirik demi lirik lagu bukti bahwa Marwah menjadikan belantikan musik Indonesia lebih berwarana.

Album “Cinta Berdebu” Marwah ini diproduksi sendiri, pasalnya 8 lagu tersebut dikemas apik dalam album tersebut yang dipasarkan secara gratis ke masyarakat. Album yang berisi 8 lagu diantaranya, Sendiri, Ketika Takbir Bergema, Kematian Cinta, Children In the War, Waktu Tak Bisa Kembali, Cinta Dalam Perbedaan, Cinta Berdebu.

Kinasih salah satu vocalis Marwah juga menyumbangkan satu buah lagu yaitu “Children In the War”, lagu ini tercipta melihat nasib anak-anak yang menjadi korban perang. “Lirik yang ada dalam lagu tersebut, mengambarkan tentang bagaimana kehidupan nasib anak-anak berada di daerah konflik, ini menjadi kan saya terinspirasi menulis lagu,” katanya.

Sederet lagu Marwah ini diharapkan bisa memberikan inspirasi bagi para penikmat musik ditanah air, walaupun terkesan sederhana Warna ingin Melegenda.(AC)

514
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>