Sebarkan berita ini:
Direktur Utama Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang dr H Masyhudi AM

SEMARANG[SemarangPedia] – Masyarakat diminta tidak panik dalam menyikapi mewabahnya virus Covid 19 yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir ini.

Direktur Utama Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang dr H Masyhudi AM   mengatakan masyarakat diminta bersikap lebih cerdas dalam menerima segala informasi terkait Covid-19. Selain itu jangan panik .

“Mari kita bersikap wajar, proporsional dan tidak panik selama berlangsungnya pandemi Covid -19,” ujar dr Masuhudi dalam Web Halaqah (Webhal) bertajuk “Jaga tangga, Jaga Ati, Jaga Urip: Kewaspadaan Umat Menghadapi Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di Era Normal Baru”, yang diselenggarakan MUI dan Suara Merdeka di Semarang, Kamis (25/6).

Menurutnya, rata-rata masyarakat dalam  mendapatkan informasi Covid-19 sumbernya dari media sosial (medsos). Padahal menurut ahli media sosial, 95% itu hoaks, terutama yang berkaitan dengan Covid-19.

Sebab, lanjutnya, mereka selalu mencoba menyampaikan sesuatu yang sensasional. Mengutip Filsuf terkenal, sekaligus bapak kedokteran dunia Ibnu Sina, ada tiga prinsip dalam dunia kesehatan.

Meliputi, pertama ketakutan atau kepanikan adalah separuh dari penyakit. Kedua, ketenanganan itu separuh obat dan Ketiga kesabaran adalah awal dari kesembuhan. Ilmu kedokteran saat ini telah membuktikan hal tersebut.

Dia menambahkan dengan perilaku tenang dan sabar, maka  akan muncul hormon endorfin, gluphamin, oxytosin yang akan menjadikan manusia menjadi lebih sehat. Upaya selanjutnya  adalah tetap menjaga kesehatan dengan jaga jarak, memakai masker, kebersihan diri, terutama cuci tangan.

Setelah itu, tutur dr H Masyhudi, dilanjutkan dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, meningkatkan amal ibadah dan selalu menciptakan suasana hati yang gembira.

Dia menuturkan masih awam dan ninimnya informasi masyarakat tentang Covid-19 beserta istilah-istilah yang menyertainya seringkali meinculkan kesalahan dalam bersikap, terutama tentang Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam  Pengawasan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan konfirmasi positif.

Hal lain seperti  rapid test, pemeriksaan PCR, tentang penularan, proses penyembuhan hingga tentang new normal , sering menjadi pemicu konflik. Karena itu masyarakat perlu diedukasi lebih intens agar tidak mudah panik dalam menghadapi berbagai isu di seputar pandemi Covid-19.  (SMH/RS)

6
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>