Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya melalui sejarah kebangsaan.

Founding father kita, Ir Soekarno dimasa kepemimpinannya telah menegasakan pula melalui pidato resminya “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”.

Jelas bahwa seyogyanya sebagai masyarakat Indonesia khususnya Kota Semarang harus mengerti sejarah kotanya, termasuk cikal bakal terbentuknya simbol yang kini menjadi Landmark Kota Atlas ini.

Semarangpedia.com mencoba merangkum terbentuknya logo Kota Semarang semasa penjajahan hingga setelah kemerdekaan.

Ibukota Provinsi Jawa Tengah ini ternyata sudah memiliki simbol atau lambang kepemerintahan kota selama masa penjajahan sekitar 1830 an.

Lambang kepemerintahan kota yang kini menjadi kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia pada jamanya sungguh unik dan artistik.

Digambarkan seorang gadis bermahkota dengan memegang kepala singa dan jangkar kapal terbingkai dalam satu lambang berbentuk gerbang benteng.

Dilansir dari laman semarangtempodoeloe.blogspot dijelaskan bidang latar lambang Kota yang didirikan oleh Pangeran Made Pandan yang diberi gelar Kyai Ageng Pandan Arang ini, pada zamanya  berwarana biru lazuardi.

Dalam perwujudannya, lambang Kota Semarang pad era penjajahan terbuat dari bahan Perak. Gadis yang tersimbol dilambangnya mengenakan sebuah mahkota dari kayu jati dibalut dengan dedaunan. Tergambar sebuah jangkar yang dipegang oleh Gadis bermahkota.

Sementara wujud singanya terbuat dari emas, dimana  pada kakinya nampak memegang 19 buah anak panah.

Dalam sejarahnya  pada karya D, Rhul Jr “De Nederlandsche Gemeen tewapens. Geschiedenis. legende en besluiten” (1934) dikutip dari semarangtempodoeloe.blogspot lambang dipersembahkan oleh Komisaris Jenderal Du Bus de Gisignies.

Pemberian itu sebagai bentuk kenangan atas kesetiaan kepada para sukarelawan Perang Diponegoro (1825 – 1830) yang telah berjuang menunjukan keperwiraan yang gigih dengan penuh pengabdian.

Setelah sekian ratus tahun mengarungi perkembangan peradaban sosial, budaya, maupun ekonomi terwujudlah lambang Kota Semarang yang terpampang di gedung pemerintahan, di baju kedinasan, pumflet dan banner agenda event dan masih banyak lagi.

Sebagai warga Kota Semarang sudah tentu, selain tahu akan bentuk lambangnya juga harus paham pula makna yang terkandung didalamnya.

Lambang Kota Semarang sendiri latar utamanya hampir sama dengan logo Semarang Tempoe Dulu yakni berbentuk Perisai.  Ada empat corak warna utama yang tergambarkan yakni Merah, Kuning, Hitam, dan Putih.

Di dalam perisainya membingkai sebuah Bintang Berkeris berjumlah empat buat, yang ditempatkan diatas ikon Kota Semarang, yakni Tugu Muda. Bersanding di sisi kanan kirinya, tergambarkan simbol padi dan kapas.

Pada sisi bagian bawah lambang, terdapat simbol simbol bukit candi, gelombang air, dinding benteng dan dua ikan yang saling berhadapan.

Keris dan Perisai : Melambangkan pertahanan dan kekuatan kepribadian rakyat Kota Semarang.

Tugu Muda : Mencerminkan sikap patriotisme warga Kota Semarang saat melawan tentara Jepang dalam Pertempuran Lima Hari.

Bukit Candi : Melambangkan bahwa selain dataran rendah, Semarang juga memiliki dataran tinggi.

Padi dan Kapas : Melambangkan Kota Semarang yang murah sandang dan pangan, terutama di masa depan.

Air dan Dinding Benteng : Melambangkan Pelabuhan Semarang (Tanjung Emas).

Dua Ikan : Melambangkan Kota Semarang yang sejak dulu terkenal akan hasil lautnya yang melimpah.

Sejatinya seluruh lambang Kota Semarang baik Dulu maupun kini terbentuk atas perkembangan peradaban revolusioner  yang mana timbul dari kekhasan, tradisi dan kepribadian masayarakat Kota Semarang. (RS)

 

323
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>