Sebarkan berita ini:

SEMARANG[SemarangPedia] – Kebutuhan Uang Kartal Perbankan di wilayah Jawa Tengah untuk periode menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 diprediksikan mengalami penurunan sekitar 45%, dibandingkan dengan realisasi kebutuhan Uang Kartal Perbankan periode yang sama tahun lalu.

Pj Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Pribadi Santoso mengatakan penurunan kebutuhan uang kartal itu, akibat pengaruh adanya masa Pandemi Covid-19 yang saat masuh masih belum berakhir.

“Masa pandemi menyebabkan daya beli masyarakat menjadi berkurang serta himbauan dari Pemerintah untuk mengurangi transaksi tunai dan beralih menjadi non tunai sabagai salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ujarnya di Semarang, Rabu (23/12).

Menurutnya, selama periode Januari hingga November 2020, BI Jateng telah mengeluarkan Uang Kartal sebesar Rp27,725 triliun. Bahkan dalam rangka menghadapi Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 mendatang disiapkan uang kartal sebesar Rp4,188 triliun.

“Sedangkan KPw BI Provinsi Jawa Tengah sebagai Depot Kas Wilayah Jawa Tengah yang membawahi KPwBI Tegal, Solo dan Purwokerto, secara total menyiapkan uang kartal sebesar Rp11,465 triliun,” tuturnya.

Bank Indonesia dan Perbankan, lanjutnya, bersinergi dan berkerja sama untuk melakukan pendistribusian Uang Kartal yang Layak Edar di wilayah KPwBI Provinsi Jawa Tengah dalam bentuk fasilitas penukaran uang yang dilakukan oleh Perbankan masyarakat umum.

Hal itu, tutur Pribadi Santoso, dilakukan, sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, jenis pecahan yang sesuai dan dalam kondisi yang layak edar, baik UPB maupun UPK menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Bank Indonesia menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi transaksi uang tunai dan beralih kepada transaksi non tunai selama masa pandemi Covid-19.

“Bank Indonesia juga menghimbau kepada masyarakat agar tetap memperhatikan protokol kesehatan saat menarik uang dari mesin Anjughan Tunai Mandiri (ATM) Perbankan serta memastikan keaslian uang rupiah yang diambil sebelum meninggalkan lokasi ATM,” ujar Prbadi Santoso. (RS)

 

24
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>