Sebarkan berita ini:

4-SafitriSEMARANG[SemarangPedia] – Hingga saat ini lagu-lagu berirama keroncong penggemarnya tidak bakal surut, bahkan warga Jepangpun sangat menyukai kerongcong hingga pemerintah Jepang memberikan loyalti kepada komponis dan pengarang lagu Bengawan Solo, Gesang yang kini telah tiada.

Lagu keroncong masih banyak dikumandangkan penyanyi-penyanyi  muda, meski komponis keroncong ternama sebagian besar sudah berusia lanjut, bahkan juga telah tiada.

Namun, menyanyikan lagu –lagu  keroncong bagi Noor Agni Safitri merupakan sebuah kebanggaan yang tak tergantikan dalam perjalanan hidupnya.

Wanita yang akrab disapa Safitri menuturkan awal berkenalan dengan musik kroncong dari ketidaktahuan dan ketidaktertarikannya dengan genre musik yang satu ini.

“Semasa kecil dulu, orang tua serimg mengajak ke beberapa pentas musik, salah satunya pentas lagu-lagu keroncong. Ketika itu saya sedikit kurang tertarik, namun orang tua terus mengarahkan dan sedikit memaksa untuk belajar musik kroncong,” ujarnya kepada SemarangPedia.com.

Apa boleh buat, dia menambahkan akhirnya arahan orang tua diikutinya

Wanita yang berdomisili di Perumahan Puri Sartika itu menuturkan dari kuatnya dorongan disertai sedikit paksaan orang tua mulai menapaki karir sebagai penyanyi keroncong.

Karir bernyanyi mulai ditempuh saat menginjak sekolah tingkat SMP dan lambat laun, namanya pun mulai terkenal di blantika musik lokal Semarang maupun nasional hingga mampu mengikuti dalam Bintang Radio Dan Televisi (BRTV).

4-Safitri1“Hampir event pentas menyanyi keroncong di Jawa Tengah sudah terjamah dari berbagai acara baik of air maupun on air. Pernah juga bernyanyi sampai ke event di Lampung, Suriname dan Belanda,” ujar istri dari Ferry Aldhi Arifyanto itu.

Menurut ibu tiga anak bernama, Ramandito Nandi Alfiano, Ramieyza, Kanita Nadya, Salyah Shaen Alviano, kroncong merupakan musik sepanjang masa yang tidak tergantikan.

Dia menuturkan menyanyikan genre kroncong memang memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi.

“Teknik menyanyi kroncong memang sulit. Dari teknik bernyanyi, notasi lagu, cengkok dan teknik pernafasan,” tutur Alumni Stiba Aki angkatan 2003 itu.

Kecintaan dan kebanggaan atas musik kroncong kemudian dituangkanlah ke dalam sebuah karya berupa album Keroncong In Lounge.

“Album keluaran 2009 itu berisi 10 lagu campuran Indo Barat kuno maupun terkini dengan irama congrock maupun congdut,” tutiur wanita berparas ayu itu.

4-Safitri2Karya yang dikemas aransemen lagu berbalut internasional dan Indonesia secara apik dan halus dalam tembang kroncong, merupakan bentuk dedikasinya untuk melestarikan musik kroncong agar bisa digemari oleh pendegar muda masa kini.

“Potensi musik keroncong di Indonesia sendiri sebenarnya tinggi. Saya mengharapkan perhatian dan dukungan pemerintah mengupayakan musik keroncong membumi kembali se antero dunia,” ujarnya.

Setidaknya dengan kebanggan akan musik kroncong dengan karya yang telah dibuat, musik kroncong tetap selalu lestari sepanjang masa.

Bahkan, dia menuturkan penggemar lagu keroncong kini tidak hanya di kalangan orang tua, tetapi kalangan kawula muda juga banyak menyukai lagu-lagu keroncong.

Sayang lagu kerongcong kini juga banyak diiramakan dalam musik dangdut, rock hingga campursari . (RS)

3.524
Sebarkan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>